Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Siak untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2024 mencapai 45.103 rupiah per orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9,7 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penurunan sebesar 4.841 rupiah per kapita setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran tertinggi untuk kategori ini tercatat pada tahun 2023 dengan nilai 49.944 rupiah, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 33.128 rupiah.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Semarang 670,52 Ribu dan Angka Pengangguran 3,63 Persen)
Nilai pengeluaran kecantikan ini menyumbang sekitar 14 persen dari total pengeluaran perawatan warga Kabupaten Siak, dan setara dengan 21,7 persen pengeluaran untuk makanan jadi setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran barang dan jasa per kapita, anggaran kecantikan hanya menempati porsi sebesar 14,1 persen dari seluruh pengeluaran rutin warga setiap bulan. Secara historis, porsi pengeluaran kecantikan tidak pernah melebihi 16 persen dari total pengeluaran bukan makanan warga selama tujuh tahun terakhir.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, catatan pengeluaran kecantikan di Kabupaten Siak mengalami kenaikan berturut-turut pada periode 2020 sampai 2023. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan sebesar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah mencapai nilai tertinggi pada tahun 2023, angka ini kembali turun pada tahun 2024 menjadi nilai terendah dalam empat tahun terakhir. Anomali tercatat pada tahun 2019 dimana terjadi penurunan setelah satu tahun sebelumnya mencatat kenaikan, sebelum akhirnya kembali naik secara konsisten selama empat tahun berturut-turut.
Dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau, Kabupaten Siak menempati urutan ketiga untuk besaran pengeluaran kecantikan per kapita tahun 2024. Urutan teratas ditempati oleh Kota Dumai dengan nilai 56.489 rupiah, disusul Kota Pekanbaru sebesar 54.635 rupiah. Sementara itu urutan di bawah Kabupaten Siak secara berturut-turut adalah Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Rata-Rata Pengeluaran per Kapita per Bulan untuk Makanan Periode 2013-2025)
Kondisi Pengeluaran Makanan Warga
Badan Pusat Statistik juga mencatat total pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan makanan masyarakat Kabupaten Siak pada tahun 2024 mencapai 891.640 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan Kabupaten Siak pada urutan keenam dari dua belas wilayah kabupaten kota di seluruh Provinsi Riau. Nilai pengeluaran makanan ini terpaut hampir 120 ribu rupiah dibandingkan Kota Pekanbaru yang menempati urutan pertama dengan nilai pengeluaran makanan mencapai lebih dari satu juta rupiah per kapita setiap bulannya.
Pengeluaran Bukan Makanan Wilayah Riau
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Siak masih menempati urutan ketiga se-Provinsi Riau dengan nilai mencapai 795.917 rupiah per kapita setiap bulan pada tahun 2024. Angka ini mengalami penurunan sebesar 13,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu penurunan terbesar diantara seluruh wilayah di Provinsi Riau. Hanya Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir yang mencatat penurunan pengeluaran bukan makanan lebih besar dibandingkan Kabupaten Siak pada periode yang sama.
Total Pengeluaran Keseluruhan Warga
Total gabungan pengeluaran makanan dan bukan makanan per kapita Kabupaten Siak pada tahun 2024 tercatat sebesar 1.687.558 rupiah setiap bulannya. Nilai ini menempatkan Kabupaten Siak pada urutan keenam se-Provinsi Riau, turun tiga peringkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada di urutan ketiga. Penurunan peringkat ini terjadi akibat penurunan signifikan pada kategori pengeluaran bukan makanan, sementara wilayah lain seperti Kabupaten Rokan Hulu justru mencatat kenaikan total pengeluaran hingga 13,5 persen pada tahun yang sama.