Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Provinsi Maluku pada semester II tahun 2024 (September 2024) sebesar 15,78 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,27 Persen dibandingkan semester sebelumnya (Maret 2024) yang mencapai 16,05 Persen, dengan pertumbuhan negatif turun 1,68 Persen. Dibandingkan rata-rata tiga semester terakhir sebelum September 2024 (yakni 16,23 Persen pada Maret 2023, 16,42 Persen pada September 2023, dan 16,05 Persen pada Maret 2024), nilai saat ini lebih rendah sebesar sekitar 0,45 Persen, menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Sementara itu, rata-rata lima semester terakhir adalah 16,09 Persen, sehingga kondisi saat ini juga sedikit lebih rendah dari rata-rata tersebut. Selama periode 2012 hingga 2024, kenaikan tertinggi persentase penduduk miskin terjadi pada semester II tahun 2015, dengan peningkatan sebesar 1,07 Persen dari semester sebelumnya dan pertumbuhan sebesar 5,8 Persen. Sedangkan penurunan terendah terjadi pada semester I tahun 2022, dengan penurunan sebesar 1,57 Persen dan pertumbuhan negatif turun 8,79 Persen. Ranking Provinsi Maluku menurut pulau Maluku tetap berada pada posisi 1 selama semua periode yang diamati, sedangkan ranking seindonesia pada semester II 2024 tetap di posisi 8, sama seperti semester sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Merauke Periode 2004 - 2024)
Nusa Tenggara Timur
Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada posisi ranking seindonesia ke-5 pada semester terakhir dengan persentase penduduk miskin sebesar 19,02 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,46 Persen dibandingkan semester sebelumnya (yang mencapai 19,48 Persen), dengan pertumbuhan negatif turun 2,36 Persen. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang mencapai 19,96 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar 0,94 Persen, menunjukkan tren penurunan selama tiga semester terakhir. Ranking menurut pulau Nusa Tenggara dan Bali berada pada posisi 1, yang artinya Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki persentase penduduk miskin tertinggi di pulau tersebut. Dibandingkan Provinsi Maluku, persentase penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur lebih tinggi sebesar 3,24 Persen, dan ranking seindonesia juga lebih tinggi (posisi 5 dibanding 8 di Maluku). Rata-rata tiga semester terakhir di Nusa Tenggara Timur adalah sekitar 19,49 Persen, sehingga nilai saat ini sedikit lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan perkembangan yang positif dalam penurunan jumlah penduduk miskin.
Papua
Provinsi Papua berada pada posisi ranking seindonesia ke-6 pada semester terakhir dengan persentase penduduk miskin sebesar 18,09 Persen. Nilai ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,83 Persen dibandingkan semester sebelumnya (yang mencapai 17,26 Persen), dengan pertumbuhan positif sebesar 4,81 Persen. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang mencapai 26,03 Persen, nilai saat ini jauh lebih rendah sebesar 7,94 Persen, menunjukkan penurunan yang signifikan selama tiga semester terakhir meskipun terjadi kenaikan pada semester ini. Ranking menurut pulau Papua berada pada posisi 5, yang artinya ada lima provinsi di pulau Papua dengan persentase penduduk miskin lebih tinggi dari Papua. Dibandingkan Provinsi Maluku, persentase penduduk miskin di Papua lebih tinggi sebesar 2,31 Persen, dan ranking seindonesia juga lebih tinggi (posisi 6 dibanding 8 di Maluku). Rata-rata tiga semester terakhir di Papua adalah sekitar 20,46 Persen, sehingga nilai saat ini lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan bahwa meskipun terjadi kenaikan pada semester ini, secara keseluruhan tren selama tiga semester masih menurun.
Papua Barat Daya
Provinsi Papua Barat Daya berada pada posisi ranking seindonesia ke-7 pada semester terakhir dengan persentase penduduk miskin sebesar 16,95 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 1,18 Persen dibandingkan semester sebelumnya (yang mencapai 18,13 Persen), dengan pertumbuhan negatif turun 6,51 Persen. Tidak ada data nilai dua semester sebelumnya untuk provinsi ini, sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan jangka panjang lebih lanjut. Ranking menurut pulau Papua berada pada posisi 6, yang artinya ada enam provinsi di pulau Papua dengan persentase penduduk miskin lebih tinggi dari Papua Barat Daya. Dibandingkan Provinsi Maluku, persentase penduduk miskin di Papua Barat Daya lebih tinggi sebesar 1,17 Persen, dan ranking seindonesia juga lebih tinggi (posisi7 dibanding8 di Maluku). Meskipun tidak ada data rata-rata tiga semester terakhir, penurunan pada semester ini menunjukkan perkembangan positif dalam upaya penurunan jumlah penduduk miskin di provinsi ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mahakam Hulu | 2015 - 2024)
Gorontalo
Provinsi Gorontalo berada pada posisi ranking seindonesia ke-9 pada semester terakhir dengan persentase penduduk miskin sebesar 13,87 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,7 Persen dibandingkan semester sebelumnya (yang mencapai14,57 Persen), dengan pertumbuhan negatif turun 4,8 Persen. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang mencapai15,15 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar1,28 Persen, menunjukkan tren penurunan selama tiga semester terakhir. Ranking menurut pulau Sulawesi berada pada posisi1, yang artinya Provinsi Gorontalo memiliki persentase penduduk miskin tertinggi di pulau Sulawesi. Dibandingkan Provinsi Maluku, persentase penduduk miskin di Gorontalo lebih rendah sebesar1,91 Persen, dan ranking seindonesia juga lebih rendah (posisi9 dibanding8 di Maluku). Rata-rata tiga semester terakhir di Gorontalo adalah sekitar14,53 Persen, sehingga nilai saat ini lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan perkembangan yang baik dalam penurunan jumlah penduduk miskin.
Aceh
Provinsi Aceh berada pada posisi ranking seindonesia ke-10 pada semester terakhir dengan persentase penduduk miskin sebesar12,64 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar1,59 Persen dibandingkan semester sebelumnya (yang mencapai14,23 Persen), dengan pertumbuhan negatif sebesar-11,17 Persen. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang mencapai14,45 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar1,81 Persen, menunjukkan tren penurunan yang signifikan selama tiga semester terakhir. Ranking menurut pulau Sumatera berada pada posisi1, yang artinya Provinsi Aceh memiliki persentase penduduk miskin tertinggi di pulau Sumatera. Dibandingkan Provinsi Maluku, persentase penduduk miskin di Aceh lebih rendah sebesar3,14 Persen, dan ranking seindonesia juga lebih rendah (posisi10 dibanding8 di Maluku). Rata-rata tiga semester terakhir di Aceh adalah sekitar13,77 Persen, sehingga nilai saat ini lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam upaya penurunan jumlah penduduk miskin di provinsi ini.
Bengkulu
Provinsi Bengkulu berada pada posisi ranking seindonesia ke-11 pada semester terakhir dengan persentase penduduk miskin sebesar12,52 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar1,04 Persen dibandingkan semester sebelumnya (yang mencapai13,56 Persen), dengan pertumbuhan negatif sebesar-7,67 Persen. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang mencapai14,04 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar1,52 Persen, menunjukkan tren penurunan selama tiga semester terakhir. Ranking menurut pulau Sumatera berada pada posisi2, yang artinya ada satu provinsi di pulau Sumatera dengan persentase penduduk miskin lebih tinggi dari Bengkulu. Dibandingkan Provinsi Maluku, persentase penduduk miskin di Bengkulu lebih rendah sebesar3,26 Persen, dan ranking seindonesia juga lebih rendah (posisi11 dibanding8 di Maluku). Rata-rata tiga semester terakhir di Bengkulu adalah sekitar13,37 Persen, sehingga nilai saat ini lebih rendah dari rata-rata tersebut, menunjukkan perkembangan yang baik dalam penurunan jumlah penduduk miskin di provinsi ini.