Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimantan Timur, tahun 2024 mencapai 10,75 persen. Angka ini sedikit turun 0,63 persen dibanding tahun 2023 (11,38 persen), dengan pertumbuhan turun 5,54 persen. Jumlah penduduk miskin menjadi 2.900 orang, turun dari 3.060 orang tahun sebelumnya, sementara total penduduk naik menjadi 39.319 jiwa.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bangka Selatan Menurut Sektor pada 2024)
Dari data historis 2015-2024, persentase kemiskinan Mahakam Hulu naik turun: terendah di 2015 (10,5 persen), tertinggi di 2021 (11,9 persen). Pertumbuhan tertinggi di 2017 (6,01 persen), terendah di 2024 (-5,54 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (11,23 persen) dan 5 tahun terakhir (11,40 persen) lebih tinggi dari angka 2024. Peringkat se-Indonesia bergeser dari 282 (2015) ke 213 (2024).
Dibanding kabupaten tetangga di Kaltim, persentase kemiskinan Mahakam Hulu (10,75 persen) lebih tinggi daripada Kutai Barat (9,56 persen), Kutai Timur (8,81 persen), dan Paser (8,63 persen). Jumlah penduduk miskinnya juga paling sedikit, sedangkan total penduduknya jauh lebih kecil ketimbang ketiga kabupaten tersebut.
Kabupaten Kutai Barat
Wilayah ini berada di peringkat 252 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 9,56 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 14.490 orang, dengan total penduduk 182.544 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp716,44 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp222,08 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit turun 1,65 persen, sedangkan pertumbuhan penduduk naik sebesar 3,13 persen. Angka kemiskinan ini lebih rendah daripada Mahakam Hulu, menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat yang lebih baik dalam menangani kemiskinan, dengan jumlah penduduk yang lebih besar namun proporsi miskin yang lebih kecil.
(Baca: 14,84% Penduduk di Kabupaten Buru Selatan Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Kutai Timur
Wilayah ini berada di peringkat 274 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 8,81 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 37.110 orang, dengan total penduduk 433.327 jiwa—yang jauh lebih besar daripada Mahakam Hulu. Garis kemiskinan di sini adalah Rp753,33 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp344,49 juta per tahun, yang merupakan tertinggi di antara ketiga kabupaten tetangga Mahakam Hulu. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit turun 2,76 persen, sedangkan pertumbuhan penduduk naik sebesar 1,36 persen, menunjukkan bahwa peningkatan penduduk tidak diikuti dengan peningkatan jumlah miskin, bahkan justru turun sedikit.
Kabupaten Paser
Wilayah ini berada di peringkat 284 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 8,63 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 25.280 orang, dengan total penduduk 307.291 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp634,26 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp193,14 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit turun 5,27 persen, yang hampir sama dengan turunnya angka di Mahakam Hulu. Pertumbuhan penduduk naik sebesar 2,77 persen, dan kondisi kemiskinan di sini lebih baik daripada Mahakam Hulu dengan persentase yang lebih rendah, meskipun pendapatan per kapita lebih rendah daripada Kutai Barat dan Kutai Timur.