PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melaporkan, pada kuartal I 2026 perusahaan merugi hingga US$46,48 juta atau Rp805,82 miliar (asumsi kurs Rp17.337 per US$).
Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk itu sudah menyusut 39,23% dari periode kuartal I 2025 (year-on-year/yoy) yang sebesar US$76,49 juta.
Sejurus itu, pendapatan tiga bulan awal tahun ini tercatat sebesar US$762,35 juta atau Rp13,21 triliun. Angkanya naik 5,36% (yoy) dari sebelumnya US$723,56 juta.
Pendapatan kuartal I 2026 emiten berkode GIAA ini disumbang dari penerbangan berjalan sebesar US$648,10 juta dan tidak berjadwal sebesar US$24,98 juta. Kategori lainnya menyumbang US$89,27 juta.
Seiring dengan pendapatan yang naik, beban usaha emiten pelat merah ini pun tercatat turun dari US$718,36 juta dari US$713,22 juta secara tahunan.
Jika dilihat selama periode 2018-kuartal I 2026, pendapatan dan laba/rugi GIAA berfluktuasi. Namun, dibanding laba, kerugian lebih mendominasi dengan total 7 tahun.
Kerugian terbesar terjadi pada 2020-2021 yang disinyalir karena pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19. Setelahnya, pada 2022 dan 2023, GIAA membalikkan keadaan.
(Baca: 5 Maskapai yang Banyak Dipilih Warga saat Mudik Lebaran 2026)
Berikut laporan pendapatan dan laba/rugi Garuda Indonesia yang dihimpun dari laman perusahaan dan Bursa Efek Indonesia (BEI):
2018
- Pendapatan: US$4.330.441.061 (Rp75.076.856.674.557)
- Rugi: -US$231.156.005 (-Rp4.007.551.658.685)
2019
- Pendapatan: US$4.572.638.083 (Rp79.275.826.444.971)
- Rugi: -US$38.936.612 (-Rp675.044.042.244)
2020
- Pendapatan: US$1.492.331.099 (Rp25.872.544.263.363)
- Rugi: -US$2.443.042.762 (-Rp42.355.032.364.794)
2021
- Pendapatan: US$1.336.678.470 (Rp23.174.994.624.390)
- Rugi: -US$4.159.342.510 (-Rp72.100.521.095.870)
2022
- Pendapatan: US$2.100.079.558 (Rp36.409.079.307.046)
- Laba/rugi: US$3.737.905.012 (Rp64.804.059.193.044)
2023
- Pendapatan: US$2.936.631.094 (Rp50.912.273.276.678)
- Laba: US$250.046.769 (Rp4.335.060.834.153)
2024
- Pendapatan: US$3.416.526.383 (Rp59.232.317.902.071)
- Rugi: -US$72.709.450 (-Rp1.260.563.734.650)
2025
- Pendapatan: US$3.216.604.484 (Rp55.766.271.939.108)
- Rugi: -US$322.487.626 (-Rp5.591.067.971.962)
Kuartal I 2026
- Pendapatan: US$762.350.000 (Rp13.216.861.950.000)
- Rugi: -US$46.480.000 (-Rp805.823.760.000).
(Baca: Kerugian Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak 343% pada 2025)