Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada tahun 2024 sebesar 10,19 persen, naik 1,8 persen dibanding tahun 2023 yang sebesar 10,01 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 24.720 orang, sedangkan total penduduk kabupaten ini adalah 246.397 jiwa. Secara nasional, Kabupaten Merauke berada di urutan ke-234 dari 514 kabupaten/kota, dan di urutan ke-42 di Pulau Papua.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Hindu di Kabupaten Kep. Konawe 2016-2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi di Merauke terjadi pada tahun 2006 sebesar 32,15 persen, sedangkan terendah pada tahun 2023 sebesar 10,01 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 14,21 persen, sedangkan terendah pada tahun 2008 turun 50,29 persen (turun drastis). Dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024: 10,13 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024:10,1 persen), kondisi kemiskinan relatif stabil. Peringkat nasional Merauke juga mengalami peningkatan dari urutan ke-84 pada tahun 2004 ke urutan ke-234 pada tahun 2024, menunjukkan penurunan tingkat kemiskinan secara signifikan selama dua dekade.
Dibandingkan kabupaten lain di Papua Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Merauke memiliki tingkat kemiskinan yang paling rendah. Persentase kemiskinan Merauke (10,19 persen) jauh lebih rendah dibanding Kabupaten Boven Digoel (19,24 persen), Kabupaten Mappi (25,7 persen), dan Kabupaten Asmat (24,5 persen). Jumlah penduduk Merauke juga paling besar di antara keempat kabupaten tersebut, namun jumlah penduduk miskinnya berada di posisi kedua setelah Kabupaten Mappi dan sebelum Kabupaten Asmat.
Kabupaten Boven Digoel
Berada di urutan ke-56 nasional dalam persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki tingkat kemiskinan sebesar 19,24 persen pada tahun 2024, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 2,83 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 14.050 orang dari total penduduk 70.400 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 622,32 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 84,98 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 4,81 persen, yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan penduduk miskin yang turun, menunjukkan upaya peningkatan kesejahteraan yang mulai terlihat.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Ende Menurut Sektor pada 2024)
Kabupaten Mappi
Dengan peringkat ke-32 nasional, tingkat kemiskinan di wilayah ini sebesar 25,7 persen pada tahun 2024, dengan pertumbuhan turun sangat sedikit turun 0,08 persen. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 27.180 orang dari total penduduk 112.071 jiwa, yang merupakan jumlah terbesar di antara kabupaten tetangga Merauke. Garis kemiskinan di sini adalah 480,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 33,31 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 2,69 persen, yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan kemiskinan yang hampir stagnan, menunjukkan bahwa peningkatan penduduk belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan.
Kabupaten Asmat
Berada di urutan ke-36 nasional, tingkat kemiskinan di wilayah ini sebesar 24,5 persen pada tahun 2024, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,57 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 26.240 orang dari total penduduk 116.993 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 487,04 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 28,77 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 6,49 persen, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten tetangga, namun pertumbuhan kemiskinan yang naik sedikit menunjukkan bahwa perlu upaya lebih lanjut untuk menekan angka kemiskinan meskipun jumlah penduduk bertambah.