Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Pertambangan dan Penggalian Sulawesi Utara pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 5153,86 Rp miliar. Selama 16 tahun periode pencatatan sejak 2010, sektor ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan sebesar 107,5% secara keseluruhan. Pada tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,19% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 1,83%, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat sebesar 2,18%. Sepanjang riwayat data, hanya terjadi satu kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2020 sebesar 1,34%.
(Baca: Nilai Minimal Tes Terstandar Masuk ke SMA9 DEPOK | 2025)
Selama periode pencatatan, kenaikan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2017 dengan persentase pertumbuhan 9,07%, sedangkan satu-satunya penurunan nilai hanya tercatat pada tahun 2020. Selama 16 tahun berturut-turut, peringkat Sulawesi Utara di lingkup pulau Sulawesi tetap berada di posisi 4, sementara peringkat nasional sempat berada di posisi 26 pada awal periode, kemudian naik stabil ke posisi 24 selama hampir satu dekade sebelum kembali turun ke peringkat 25 sejak tahun 2022 hingga saat ini. Nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai keseluruhan periode.
Pada tahun terakhir, Sulawesi Utara mencatatkan nilai PDRB pertambangan sebesar 5043,44 Rp miliar untuk nilai perbandingan tahun sebelumnya, dengan selisih peningkatan sebesar 110,42 Rp miliar. Jika dibandingkan dengan provinsi lain se-Indonesia, nilai ini berada di atas wilayah seperti Papua Barat Daya, DKI Jakarta dan Banten, namun masih berada di bawah Sumatera Utara, Sumatera Barat serta Kepulauan Bangka Belitung. Pertumbuhan tahun 2025 Sulawesi Utara sebesar 2,19% juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan dari enam provinsi pembanding yang hanya mencapai rata-rata 1,18 persen.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati peringkat 22 nasional untuk sektor ini pada tahun terakhir, dengan nilai PDRB ADHK pertambangan mencapai 7945,15 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,70% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih peningkatan nilai sebesar 132,87 Rp miliar. Di lingkup pulau Sumatera, wilayah ini berada di urutan teratas dari tiga provinsi Sumatera yang masuk daftar pembanding. Nilai yang dicatatkan Sumatera Utara hampir 54 persen lebih besar dibandingkan nilai yang berhasil dicapai oleh Sulawesi Utara pada periode tahun yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat 23 nasional dengan total nilai PDRB sektor pertambangan sebesar 7731,13 Rp miliar pada tahun terakhir. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,95% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan nilai sebesar 73,10 Rp miliar. Meskipun berada satu peringkat di atas Sulawesi Utara secara nasional, pertumbuhan tahunan Sumatera Barat tercatat lebih rendah lebih dari setengah dibandingkan laju pertumbuhan Sulawesi Utara di tahun yang sama. Di lingkup pulau Sumatera, wilayah ini menempati urutan kedua setelah Sumatera Utara.
Kep. Bangka Belitung
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto | 2004 - 2025)
Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat 24 nasional dengan nilai PDRB sektor pertambangan mencapai 6559,53 Rp miliar pada tahun terakhir. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,67% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi laju pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi dalam daftar pembanding. Nilai peningkatan tahunan yang dicapai wilayah ini mencapai 410,01 Rp miliar, hampir empat kali lipat besar peningkatan nilai yang berhasil dicatatkan oleh Sulawesi Utara pada periode tahun yang sama.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya menempati peringkat 26 nasional tepat dibawah peringkat Sulawesi Utara, dengan total nilai PDRB sektor pertambangan sebesar 3443,95 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,69% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan nilai sebesar 154,15 Rp miliar. Meskipun nilai totalnya masih 33 persen lebih rendah dibandingkan Sulawesi Utara, laju pertumbuhan tahunan wilayah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan Sulawesi Utara di tahun yang sama. Di lingkup pulau Papua, wilayah ini menempati urutan ketiga secara nasional untuk sektor ini.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati peringkat 27 nasional dengan nilai PDRB sektor pertambangan mencapai 1830,18 Rp miliar pada tahun terakhir. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah dalam daftar pembanding yang mengalami penurunan nilai pada tahun tersebut, dengan penurunan sebesar 7,79% atau senilai 154,57 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai yang dicatatkan DKI Jakarta kurang lebih hanya sepertiga dari nilai total PDRB sektor pertambangan yang berhasil dicapai oleh Sulawesi Utara pada periode tahun yang sama.
Banten
Banten menempati peringkat 28 nasional sebagai urutan terbawah dalam daftar provinsi pembanding, dengan total nilai PDRB sektor pertambangan sebesar 1728,33 Rp miliar pada tahun terakhir. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sedikit sebesar 0,85% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan nilai hanya sebesar 14,58 Rp miliar. Laju pertumbuhan Banten tercatat hampir 2,6 kali lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan Sulawesi Utara pada periode tahun yang sama, dengan nilai total hanya mencapai 33 persen dari nilai Sulawesi Utara.