GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 27.758 kasus per Senin, 21 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 180 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 4,72 persen.
(Baca: Total Test Covid-19 Indonesia Urutan Ke-5 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 22.086 kasus.
Berikutnya adalah Thailand yang mencatatkan jumlah kasus Omicron 1,28 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 18.829 jiwa lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 18.591 jiwa, jumlah kasus Omicron di Singapura naik 1,2 persen menjadi 15.177 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di Filipina naik 1,62 persen menjadi 11.281 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan jumlah kasus Omicron di Vietnam adalah 4.196 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Orang Diperiksa Terbanyak (Jumat, 18 November 2022))
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,58 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,51 juta kasus.