Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Angkutan Darat Provinsi Jawa Barat pada akhir tahun 2025 mencapai 189.506,98 Rp miliar. Selama periode 2010 hingga 2025, nilai indikator ini tercatat terus naik tanpa pernah mengalami penurunan sama sekali, dengan total peningkatan sebesar 466,83% selama 16 tahun pengamatan. Rata-rata pertumbuhan tahunan sepanjang periode mencapai 12,44%, dengan tren kenaikan yang konsisten setiap tahun.
(Baca: )
Pada tahun 2025, pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 14,92%. Angka ini berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang mencapai 16,24%, namun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 13,58%. Kenaikan tertinggi dalam sejarah data terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 19,22%, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada tahun 2020 dengan penambahan nilai hanya 1,70% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama seluruh periode pengamatan, Jawa Barat secara konsisten menempati peringkat pertama tertinggi baik di lingkup Pulau Jawa maupun secara nasional. Tidak ada satu tahun pun sejak 2010 posisi provinsi ini tergeser dari puncak peringkat. Pada tahun 2025, selisih nilai Jawa Barat dengan peringkat kedua nasional mencapai hampir dua kali lipat, dengan selisih pertumbuhan juga lebih tinggi dibandingkan 3 dari 4 provinsi peringkat teratas nasional.
Jawa Barat
Menempati posisi pertama secara nasional, Jawa Barat mencatat nilai PDRB angkutan darat tahun 2025 sebesar 189.506,98 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan 14,92%. Nilai ini lebih besar 105% dibandingkan provinsi peringkat kedua DKI Jakarta, bahkan total gabungan nilai tiga provinsi di bawahnya masih belum dapat menyalin nilai yang dicapai Jawa Barat pada tahun berjalan. Pertumbuhan tahun 2025 juga tercatat paling tinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa.
DKI Jakarta
(Baca: Jumlah Perceraian Nusa Tenggara Barat 207 Kasus Data per 2024)
Berada di peringkat kedua nasional dan kedua Pulau Jawa, DKI Jakarta mencatat nilai akhir tahun 2025 sebesar 92.280,30 Rp miliar dengan pertumbuhan 11,84%. Selisih nilai dengan Jawa Barat mencapai 97.226,68 Rp miliar, sementara provinsi ini memiliki keunggulan sebesar 44,9% dibandingkan provinsi peringkat ketiga Jawa Tengah. Laju pertumbuhan DKI Jakarta tercatat menjadi yang terendah kedua di jajaran 5 besar nasional tahun 2025.
Jawa Tengah
Peringkat ketiga nasional dan ketiga Pulau Jawa dipegang oleh Jawa Tengah dengan nilai PDRB angkutan darat tahun 2025 sebesar 63.668,56 Rp miliar. Provinsi ini mencatat pertumbuhan terendah di jajaran 5 besar nasional yaitu 8,22%, sehingga celah nilai dengan DKI Jakarta yang berada di atasnya semakin melebar pada tahun 2025. Meskipun demikian, nilai Jawa Tengah masih unggul 29,8% dibandingkan Jawa Timur di peringkat keempat.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati posisi keempat secara nasional dan keempat di Pulau Jawa dengan capaian nilai tahun 2025 sebesar 49.045,31 Rp miliar. Pertumbuhan sektor ini di provinsi ini tercatat 10,32% pada tahun berjalan, sedikit lebih baik dibandingkan Jawa Tengah namun masih berada di bawah pertumbuhan Sumatera Utara dan Jawa Barat. Selisih nilai dengan peringkat ketiga mencapai 14.623,25 Rp miliar.
Sumatera Utara
Sebagai satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk 5 besar nasional, Sumatera Utara berada di peringkat kelima nasional dan pertama di Pulau Sumatera dengan nilai 35.163,18 Rp miliar tahun 2025. Provinsi ini mencatat pertumbuhan 12,89% yang merupakan laju tertinggi kedua setelah Jawa Barat di jajaran 5 besar, menunjukkan potensi peningkatan peringkat pada tahun-tahun mendatang.