Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Mojokerto pada Desember 2025, berkurang 0,38 persen menjadi 3,49 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Binjai | 2023)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Bantaeng 119,63 Ribu dan Angka Pengangguran 3,74 Persen)
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan kondisi yang sama terjadi enam semester setelah pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Mojokerto.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 304 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Mojokerto dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 647,75 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 671,81 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 677,26 ribu pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Mojokerto mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 617,53 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 12.382 pekerja menjadi 658,21 ribu pekerja pada tahun 2025.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Mojokerto tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,56 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,29 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Timur pada 2025 yakni :
- Kabupaten Sidoarjo 5,75 persen
- Kota Malang 5,71 persen
- Kabupaten Gresik 5,47 persen
- Kabupaten Bangkalan 5,31 persen
- Kabupaten Malang 5 persen
- Kota Probolinggo 4,95 persen
- Kota Surabaya 4,85 persen
- Kabupaten Kediri 4,71 persen
- Kota Mojokerto 4,66 persen
- Kota Pasuruan 4,59 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pamekasan 1,33 persen
- Kabupaten Pacitan 1,4 persen
- Kabupaten Sumenep 1,64 persen
- Kabupaten Ngawi 2,26 persen
- Kabupaten Sampang 2,44 persen
- Kabupaten Bondowoso 2,55 persen
- Kabupaten Probolinggo 2,92 persen
- Kabupaten Situbondo 3,02 persen
- Kabupaten Jember 3,07 persen
- Kabupaten Lumajang 3,08 persen