Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial di Kabupaten Bojonegoro mencapai 10.051 pekerja pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 76,24%. Kenaikan ini juga terlihat dari selisih nilai dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4.348 pekerja. Secara historis, jumlah pekerja di sektor ini fluktuatif. Pada tahun 2015, jumlah pekerja tercatat 2.811 orang. Kemudian sempat mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 2.535 orang, namun kembali meningkat tajam pada tahun 2020 menjadi 5.503 orang.
Peningkatan jumlah pekerja sektor Q di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2024 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yaitu 5.154,67 pekerja, jumlah pekerja tahun 2024 jauh lebih tinggi. Kenaikan tertinggi sebelumnya terjadi pada tahun 2020, dengan pertumbuhan sebesar 117,08%. Sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2018 dengan penurunan sebesar 9,82%. Rank Kabupaten Bojonegoro di pulau Jawa adalah 33, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada posisi 59. Untuk skala nasional, Kabupaten Bojonegoro menempati peringkat 45.
(Baca: Jumlah Guru SMA di Nusa Tenggara Barat | 2024)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan di Jawa Timur. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa data menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun, menunjukkan dinamika dalam sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di wilayah tersebut. Kenaikan pada tahun 2024 ini mengindikasikan adanya perkembangan positif dalam penyerapan tenaga kerja di sektor ini di Kabupaten Bojonegoro.
Pada tahun 2024, Kabupaten Bojonegoro berada di peringkat 33 di Pulau Jawa. Peringkat ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun terjadi fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan peringkat pada tahun 2024 menunjukkan bahwa Kabupaten Bojonegoro mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah lain di Pulau Jawa. Data ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan yang signifikan di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Kabupaten Bojonegoro.
Secara keseluruhan, data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah pekerja di sektor Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2024. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan adanya perkembangan positif dalam penyerapan tenaga kerja di sektor ini. Meskipun terdapat fluktuasi data dari tahun ke tahun, tren secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Kabupaten Tegal
Kabupaten Tegal menempati peringkat 42 secara nasional dan peringkat 31 di Pulau Jawa dengan jumlah pekerja sektor Q sebanyak 10.151 orang. Pertumbuhan sektor ini di Kabupaten Tegal adalah 41,46% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 2.975 pekerja. Nilai ini lebih tinggi dari nilai dua tahun sebelumnya yaitu 2.525.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial di Kalimantan Selatan | 2024)
Kabupaten Bone
Kabupaten Bone berada di peringkat 43 secara nasional dan menempati posisi ke-3 di Pulau Sulawesi. Jumlah pekerja sektor Q di wilayah ini tercatat sebanyak 10.097 orang. Pertumbuhan yang dialami sebesar 76,12% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai mencapai 4.364 pekerja. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yaitu 5.136 pekerja.
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi menempati peringkat 44 secara nasional dan peringkat 32 di Pulau Jawa dengan total 10.061 pekerja di sektor Q. Terjadi pertumbuhan sebesar 28,28% dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih nilainya adalah 2.218 pekerja. Nilai ini lebih rendah jika dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yaitu 7.288 pekerja.
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik berada di peringkat 46 secara nasional dan peringkat 34 di Pulau Jawa dengan jumlah pekerja sektor Q sebanyak 9.963 orang. Pertumbuhannya sebesar 30,41% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 2.323 pekerja. Nilai ini jauh lebih rendah jika dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yaitu 10.496 pekerja.
Kota Malang
Kota Malang menempati peringkat 47 secara nasional dan peringkat 35 di Pulau Jawa dengan jumlah pekerja sektor Q sebanyak 9.934 orang. Pertumbuhannya sebesar 38,01% dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih nilainya adalah 2.736 pekerja. Angka ini lebih tinggi dari nilai dua tahun sebelumnya yaitu 7.728 pekerja.
Kota Jambi
Kota Jambi menempati peringkat 48 secara nasional dan peringkat 7 di Pulau Sumatera dengan jumlah pekerja sektor Q sebanyak 9.917 orang. Pertumbuhannya sebesar 4,52% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 429 pekerja. Nilai ini lebih tinggi dari nilai dua tahun sebelumnya yaitu 8.668 pekerja.