Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah guru SMA di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2024 sebanyak 10.149 individu. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,26% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebanyak 415 individu. Data historis menunjukkan tren fluktuatif, dimana jumlah guru sempat mengalami penurunan, namun secara umum menunjukkan peningkatan dari tahun 2009 hingga 2024. Tahun 2015 menjadi puncak kenaikan dengan pertumbuhan mencapai 62,33%, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2013 dengan penurunan 0,29%. Jika dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023) yaitu 9.337 individu, jumlah guru SMA pada tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan 5 tahun terakhir (2019-2023), peningkatan juga terlihat jelas.
Secara ranking di pulau Nusa Tenggara dan Bali, NTB menempati urutan ke-2 pada tahun 2024, sama dengan posisi tahun sebelumnya. Dari segi ranking secara nasional, NTB berada di peringkat ke-14. Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan jumlah guru, posisi NTB secara nasional masih perlu ditingkatkan.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial di Kalimantan Selatan | 2024)
Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada tahun 2015 dengan pertambahan sebanyak 3.815 guru. Kenaikan ini cukup signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun lainnya. Sementara kenaikan terendah terjadi pada tahun 2018 dengan pertambahan hanya sebanyak 175 guru. Fluktuasi ini menunjukkan dinamika dalam perekrutan dan penempatan guru di NTB.
Dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir, kondisi pada tahun 2015 tersebut jauh lebih baik. Bahkan dibandingkan 5 tahun terakhir, pertumbuhan pada 2015 menjadi anomali positif. Peningkatan jumlah guru SMA di NTB pada tahun 2024, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat menengah atas.
Namun, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut mengenai distribusi guru, kualifikasi, dan kebutuhan guru di berbagai wilayah NTB. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peningkatan jumlah guru sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Lampung
Provinsi Lampung menempati peringkat ke-11 secara nasional dan ke-5 di pulau Sumatera. Nilai tahun terakhir menunjukkan angka 12.524, sebuah indikator yang mencerminkan upaya berkelanjutan dalam peningkatan kuantitas guru di daerah tersebut. Pertumbuhan sebesar 7% menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata nilai dibandingkan tahun sebelumnya adalah 11.705. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 819, menggambarkan momentum positif dalam penambahan tenaga pengajar.
(Baca: PDRB Pengeluaran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di Maluku Utara | 2024)
DKI Jakarta
DKI Jakarta berada di peringkat ke-12 secara nasional dan ke-5 di pulau Jawa. Nilai tahun terakhir mencapai 12.114, menunjukkan komitmen yang stabil terhadap sektor pendidikan. Pertumbuhan sebesar 0,59% menunjukkan peningkatan yang moderat namun berkelanjutan. Rata-rata nilai dibandingkan tahun sebelumnya adalah 12.043. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 71.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat ke-13 secara nasional dan ke-6 di pulau Sumatera. Nilai tahun terakhir adalah 10.893, mencerminkan konsistensi dalam penyediaan tenaga pendidik. Penurunan turun 2,22% menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi. Rata-rata nilai dibandingkan tahun sebelumnya adalah 11.140. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya turun 247.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menduduki peringkat ke-15 secara nasional dan ke-2 di pulau Sulawesi. Nilai tahun terakhir mencapai 9.333, menunjukkan potensi pengembangan sektor pendidikan. Pertumbuhan sebesar 9,35% menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata nilai dibandingkan tahun sebelumnya adalah 8.535. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 798.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat ke-16 secara nasional dan peringkat pertama di pulau Kalimantan. Dengan nilai tahun terakhir mencapai 8.996, menunjukkan perhatian yang besar terhadap pendidikan. Pertumbuhan sebesar 4,59% menggambarkan adanya peningkatan. Rata-rata nilai dibandingkan tahun sebelumnya adalah 8.601. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 395.
Maluku
Maluku menempati peringkat ke-17 secara nasional dan peringkat pertama di pulau Maluku. Nilai tahun terakhir adalah 6.643, sebuah angka yang menunjukkan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Penurunan turun 1,16% menandakan adanya beberapa kendala yang perlu diatasi. Rata-rata nilai dibandingkan tahun sebelumnya adalah 6.721. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya turun 78.