Data per Februari 2025, pertumbuhan rata-rata upah atau gaji bersih sebulan pekerja formal pengadaan listrik dan gas di Jawa Timur tercatat 16,71% menjadi Rp6,08 juta. Sebelumnya, Jawa Timur pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada Februari 2023 sebesar 39,86%. Sedangkan rata-rata empat tahun terakhir pertumbuhan mencapai 10,03%.
Urutan pertama adalah Nusa Tenggara Barat, wilayah ini mencatatkan hingga Rp10,32 juta. Provinsi ini mencatatkan peningkatan Rp4,92 juta dibandingkan dengan semester sebelumnya. DKI jakarta berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya, rata-rata upah atau gaji bersih sebulan pekerja formal pengadaan listrik dan gas di provinsi ini tumbuh 48,59%. Jumlah rata-rata upah atau gaji bersih sebulan pekerja formal pengadaan listrik dan gas di provinsi ini dilaporkan Rp7,42 juta. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak Rp6,31 juta .
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Bandung | 2024)
Berikutnya, Maluku dengan rata-rata upah atau gaji bersih sebulan pekerja formal pengadaan listrik dan gas Rp6,93 juta (naik 54,36%), rata-rata upah atau gaji bersih sebulan pekerja formal pengadaan listrik dan gas di Riau naik 90,48% menjadi Rp6,31 juta dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya dan Kalimantan Timur dengan rata-rata upah atau gaji bersih sebulan pekerja formal pengadaan listrik dan gas Rp6,16 juta (naik 54,07%)
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal Transportasi dan Pergudangan Periode 2015-2025)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan rata-rata upah atau gaji bersih sebulan pekerja formal pengadaan listrik dan gas tertinggi pada Februari 2025:
- Nusa Tenggara Barat Rp10,32 juta
- DKI Jakarta Rp7,42 juta
- Maluku Rp6,93 juta
- Riau Rp6,31 juta
- Kalimantan Timur Rp6,16 juta
- Jawa Timur Rp6,08 juta
- Sumatera Barat Rp5,91 juta
- Jawa Barat Rp5,74 juta
- Kep. Riau Rp5,73 juta
- Banten Rp5,64 juta