Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 sebesar 106,78 persen. Pada tahun ini terjadi kenaikan sedikit sebesar 0,44 persen dibandingkan tahun 2024, setelah sebelumnya terjadi penurunan beruntun selama 8 tahun berturut-turut sejak tahun 2016. Sepanjang catatan historis sejak 2003, nilai APK tertinggi pernah dicapai pada tahun 2008 sebesar 118,91 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2011 dengan penurunan sebesar 13,23 poin persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 10 DEPOK 2025)
Sepanjang 5 tahun terakhir periode 2021-2025, rata-rata APK Kalimantan Tengah berada di angka 107,48 persen, sedangkan rata-rata 3 tahun terakhir 2023-2025 tercatat 106,7 persen. Kondisi ini menunjukkan penurunan rata-rata sebesar 0,72 persen dibandingkan rata-rata 5 tahun sebelumnya. Untuk peringkat se-Indonesia, dalam 5 tahun terakhir posisi Kalimantan Tengah terus merosot dari peringkat 11 tahun 2020 hingga menempati peringkat 19 pada tahun 2024 dan 2025. Di wilayah Pulau Kalimantan, peringkat daerah ini juga turun dari posisi 2 menjadi posisi 3 pada tahun 2025.
Pada tahun 2025, APK Kalimantan Tengah masih berada di atas provinsi Kalimantan Selatan yang mencatatkan nilai 106,34 persen, namun berada dibawah Kalimantan Utara yang berhasil mencapai 106,86 persen. Dari sisi pertumbuhan tahunan, Kalimantan Tengah mencatatkan pertumbuhan positif 0,41 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan Kalimantan Selatan yang tumbuh 0,97 persen namun masih kalah jauh dibandingkan peningkatan Kalimantan Utara yang mencapai 3,52 persen pada periode yang sama. Untuk peringkat se-Indonesia, Kalimantan Tengah berada di urutan 19, tiga tingkat di atas Kalimantan Selatan yang berada di urutan 22.
Kep. Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat 16 se-Indonesia untuk indikator APK SD tahun 2025 dengan nilai tercatat 106,87 persen. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,4 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 0,38 persen. Di wilayah Pulau Sumatera, daerah ini menempati urutan 7, menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan APK paling stabil di wilayah barat Indonesia dalam 2 tahun terakhir. Meskipun nilainya hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah, posisi peringkat nasional daerah ini tetap 3 tingkat lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah pada tahun yang sama.
Bengkulu
Bengkulu mencatatkan nilai APK SD tahun 2025 sebesar 106,86 persen, berada tepat satu tingkat di bawah Kepulauan Bangka Belitung dengan peringkat 17 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,3 poin persen dari tahun sebelumnya, dengan laju penurunan tahunan sebesar 0,28 persen. Di Pulau Sumatera, Bengkulu menempati urutan 8, hanya terpaut 0,01 poin persen dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung. Nilai APK daerah ini masih 0,08 poin persen lebih tinggi dibandingkan catatan Kalimantan Tengah pada tahun 2025.
Kalimantan Utara
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mamberamo Tengah | 2009 - 2025)
Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan APK SD terbaik di seluruh pulau Kalimantan pada tahun 2025, dengan kenaikan sebesar 3,63 poin persen dan pertumbuhan tahunan mencapai 3,52 persen. Nilai akhir tahun 2025 tercatat 106,86 persen, menempati peringkat 17 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Pulau Kalimantan. Pencapaian ini membuat Kalimantan Utara berhasil melampaui Kalimantan Tengah yang selama lebih dari 10 tahun selalu berada di atasnya untuk indikator yang sama. Selisih nilai antara kedua provinsi ini hanya terpaut 0,08 poin persen pada tahun 2025.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara mencatatkan nilai APK SD tahun 2025 sebesar 106,75 persen, dengan peringkat nasional di urutan 20. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,46 poin persen dari tahun sebelumnya, dengan laju penurunan tahunan sebesar 0,43 persen. Di wilayah Pulau Sulawesi, daerah ini menempati peringkat 2 untuk indikator ini. Nilai APK Sulawesi Utara hanya terpaut 0,03 poin persen dibawah catatan Kalimantan Tengah, menjadikan kedua provinsi ini memiliki nilai partisipasi pendidikan dasar yang hampir identik pada akhir tahun 2025.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat 21 secara nasional untuk APK SD tahun 2025 dengan nilai tercatat 106,47 persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 1,27 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laju penurunan tahunan mencapai 1,18 persen, menjadi salah satu penurunan terbesar di Pulau Sumatera pada tahun ini. Di wilayah Sumatera, Sumatera Barat menempati urutan 9. Nilai partisipasi daerah ini berada 0,31 poin persen dibawah catatan Kalimantan Tengah pada periode yang sama.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan mencatatkan nilai APK SD tahun 2025 sebesar 106,34 persen, menempati peringkat 22 secara nasional dan peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan. Meskipun mengalami kenaikan sebesar 1,02 poin persen dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan tahunan 0,97 persen, nilai akhir daerah ini masih menjadi yang terendah diantara seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Selisih nilai APK Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah tercatat sebesar 0,44 poin persen pada akhir tahun 2025.