- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA Provinsi Kepulauan Riau periode 2018-2024 menunjukkan tren pertumbuhan berkelanjutan. Pada tahun 2024 tercatat terdapat 178 unit sekolah SMA, mengalami penambahan sebanyak 10 unit dibandingkan tahun 2023 yang hanya berjumlah 168 unit. Dalam kurun 6 tahun tercatat penambahan total 37 unit sekolah, sedangkan data resmi jumlah sekolah untuk tahun 2025 hingga saat ini belum terinput.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)
Berdasarkan data pendukung tahun 2024, dari total seluruh sekolah SMA yang beroperasi, terbagi menjadi 96 unit SMA Negeri dan 82 unit SMA Swasta. SMA Negeri mendominasi dengan persentase 53,9% dari total sekolah, sementara SMA Swasta menyumbang 46,1%. Keduanya sama-sama mencatat kenaikan dibanding tahun sebelumnya: SMA Negeri tumbuh 3,2% sedangkan SMA Swasta mencatat pertumbuhan jauh lebih tinggi sebesar 9,3%.
Jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Kepulauan Riau pada tahun 2023 tercatat sebesar 113.000 jiwa, meningkat hampir 30.000 jiwa dibandingkan 4 tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Kepulauan Riau pada urutan 25 secara nasional untuk kategori jumlah penduduk usia SMA, mengalami peningkatan peringkat sebanyak 3 posisi sejak tahun 2021. Pertumbuhan jumlah penduduk usia sekolah ini terjadi jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan jumlah unit sekolah yang tersedia.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Tengah 2018 - 2025)
Untuk tenaga pendidik, pada tahun 2024 tercatat total sebanyak 3926 orang guru SMA di seluruh Kepulauan Riau, mengalami kenaikan 3,8% dibandingkan tahun 2023 yang hanya berjumlah 3782 orang. Dari total tersebut, 3115 orang merupakan guru dan kepala sekolah SMA Negeri, sedangkan sisanya sebanyak 811 orang bertugas di SMA Swasta. Pertumbuhan jumlah guru di sekolah swasta juga tercatat lebih tinggi mencapai 4,2% dibandingkan sekolah negeri yang tumbuh 3,7%.
Dari seluruh indikator yang tercatat, meski jumlah sekolah dan tenaga pendidik terus bertambah setiap tahun, perlu diperhatikan bahwa Angka Partisipasi Murni SMA pada tahun 2025 justru mencatat penurunan sebesar 1,3 poin menjadi 76. Tren ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sarana dan prasarana pendidikan belum sepenuhnya mampu mengejar laju pertumbuhan jumlah penduduk usia sekolah di wilayah Kepulauan Riau.