Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase pekerja setengah menganggur Provinsi Kepulauan Riau pada akhir tahun 2025 sebesar 5,01 persen. Pada tahun ini terjadi kenaikan sebesar 1,1 poin persen dibandingkan tahun 2024, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 28,13 persen. Sepanjang 11 tahun periode pengamatan sejak 2015, nilai indikator ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan rata-rata tahunan senilai 3,59 persen.
(Baca: Youtuber Indonesia dengan Pertumbuhan Subscriber Tertinggi | 27 Jun 2026)
Selama periode pengamatan, nilai terendah pekerja setengah menganggur terjadi pada tahun 2019 dengan angka 2,84 persen, sedangkan puncak kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2021 dengan angka 6,17 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 2,187 persen, sementara rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir justru menunjukkan angka negatif -1,1815 persen. Kondisi 3 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang lebih buruk dibandingkan rata-rata keseluruhan periode, dengan nilai tahun 2025 berada di atas rata-rata seluruh periode.
Untuk posisi peringkat tahun 2025, Kepulauan Riau menduduki peringkat 10 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Sumatera, serta berada di peringkat 35 secara nasional. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan 5 tahun sebelumnya, dimana sejak tahun 2020 provinsi ini secara konsisten berada di urutan terbawah di wilayah Sumatera untuk indikator pekerja setengah menganggur.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur mencatat angka pekerja setengah menganggur sebesar 5,66 persen pada periode yang sama, menduduki peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 32 secara nasional. Provinsi ini mengalami kenaikan sebesar 1,05 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 22,78 persen. Nilai ini berada di atas angka Kepulauan Riau, dengan posisi peringkat nasional 3 tingkat lebih baik dibandingkan Kepulauan Riau.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta tercatat memiliki persentase pekerja setengah menganggur sebesar 5,56 persen, berada di peringkat 5 wilayah Pulau Jawa serta peringkat 33 secara nasional. Terjadi kenaikan sedikit sebesar 0,01 poin persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan sangat kecil yakni 0,18 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai Kepulauan Riau, dengan peringkat nasional 2 tingkat di atas Kepulauan Riau.
Papua Pegunungan
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Lingga | 2024)
Papua Pegunungan mencatat indikator pekerja setengah menganggur sebesar 5,37 persen, menduduki urutan 6 terendah di seluruh wilayah Pulau Papua dan peringkat 34 secara nasional. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 0,52 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 8,83 persen. Nilai indikator ini masih berada di atas angka Kepulauan Riau, dengan peringkat nasional hanya 1 tingkat lebih baik dari Kepulauan Riau.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara memiliki persentase pekerja setengah menganggur sebesar 4,71 persen, berada di peringkat 5 wilayah Pulau Kalimantan serta peringkat 36 secara nasional. Terjadi penurunan cukup besar sebesar 2,02 poin persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan tahunan mencapai 30,01 persen. Nilai ini berada dibawah angka Kepulauan Riau, dengan peringkat nasional 1 tingkat lebih buruk dibandingkan Kepulauan Riau.
DKI Jakarta
DKI Jakarta mencatat angka pekerja setengah menganggur sebesar 3,22 persen, menduduki peringkat 6 wilayah Pulau Jawa serta peringkat 37 secara nasional. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 0,76 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan tahunan mencapai 19,10 persen. Nilai indikator ini jauh berada dibawah angka Kepulauan Riau, dengan peringkat nasional 2 tingkat lebih buruk dari Kepulauan Riau.
Bali
Bali tercatat memiliki persentase pekerja setengah menganggur sebesar 2,80 persen, berada di peringkat 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 38 secara nasional. Terjadi kenaikan sebesar 0,45 poin persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 19,15 persen. Angka ini merupakan nilai terendah dibandingkan seluruh wilayah yang dibandingkan, dengan peringkat nasional paling bawah pada daftar perbandingan ini.