Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Barito Selatan tahun 2025 sebesar 4,94 persen. Angka ini naik sedikit 0,11 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin mencapai 7.090 jiwa. Pertumbuhan angka kemiskinan wilayah ini tercatat 2,28 persen pada periode tahun terakhir.
(Baca: )
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 12,43 persen pada tahun 2006, dan titik terendah 4,39 persen pada tahun 2019. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 4,83 persen, lebih tinggi 0,11 persen dibanding rata-rata 5 tahun terakhir. Rank nasional wilayah ini saat ini berada di urutan 431 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Kabupaten Gunung Mas
Berada di urutan 408 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,48 persen. Angka ini turun sedikit 3,52 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin 6.670 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 72,37 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 585,48 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 7,89 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Kapuas
Memiliki rank nasional persentase kemiskinan yang sama dengan wilayah sebelumnya yaitu urutan 408, angka kemiskinan tercatat 5,48 persen. Angka ini naik 4,38 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin mencapai 20.430 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini sebesar 62,15 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 529,06 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan garis kemiskinan wilayah ini tercatat 4,14 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Katingan
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lombok Barat | 2004 - 2025)
Berada di urutan 413 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,30 persen. Angka ini naik sedikit 0,76 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin mencapai 9.750 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,11 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 640,91 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 7,65 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Berada di urutan 466 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 4,27 persen. Angka ini naik 3,89 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin mencapai 14.180 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 121,22 juta rupiah per tahun, merupakan yang tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 558,96 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Pulang Pisau
Berada di urutan 438 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,79 persen. Angka ini naik 5,04 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin mencapai 6.230 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini sebesar 58,66 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah diantara seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 564,87 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sukamara
Berada di urutan 472 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 4,02 persen. Angka ini turun sedikit 2,90 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin mencapai 2.870 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 102,44 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini yaitu 704,45 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Pertumbuhan garis kemiskinan wilayah ini tercatat 4,09 persen.