Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah semester 2025 sebesar 4,94 persen. Angka ini naik sedikit 0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 7.090 jiwa atau bertambah 220 jiwa dari periode lalu.
Dari catatan historis 2004-2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 12,43 persen pada 2006, dan titik terendah 4,39 persen pada 2019. Rata-rata persentase 3 tahun terakhir sebesar 4,83 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 4,71 persen.
(Baca: Statistik PDRB Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba Periode 2013-2025)
Secara peringkat nasional, wilayah ini berada di urutan 431 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Peringkat ini bergeser 17 tingkat lebih baik dibandingkan posisi tahun 2004 yang berada di urutan 277 nasional. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 2,3 persen, dan penurunan terbesar tercatat pada 2007 sebesar 16,09 persen.
Kabupaten Gunung Mas
Berada di peringkat 408 nasional untuk persentase kemiskinan, angka wilayah ini tercatat 5,48 persen dengan penurunan sedikit 3,52 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 6.670 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 585,48 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 72,37 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,89 persen.
Kabupaten Kapuas
Memiliki peringkat nasional sama yaitu 408, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 5,48 persen dan mengalami kenaikan 4,38 persen pada periode terbaru. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.430 jiwa, menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh kabupaten dalam daftar. Garis kemiskinan wilayah ini 529,06 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 62,15 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Katingan
(Baca: 8,24% Penduduk di Kabupaten Pati Masuk Kategori Miskin)
Peringkat 413 nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 5,30 persen dengan kenaikan sedikit 0,76 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.750 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 640,91 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,11 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,65 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Berada di urutan 466 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka wilayah ini tercatat 4,27 persen dan mengalami kenaikan 3,89 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.180 jiwa, garis kemiskinan 558,96 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini merupakan yang tertinggi dalam daftar yaitu 121,22 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 9,87 persen.
Kabupaten Pulang Pisau
Peringkat 438 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 4,79 persen dengan kenaikan 5,04 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 6.230 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 564,87 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 58,66 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah dalam daftar perbandingan kabupaten.
Kabupaten Sukamara
Menempati urutan 472 nasional untuk persentase kemiskinan, angka wilayah ini tercatat 4,02 persen dengan penurunan sedikit 2,90 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 2.870 jiwa, menjadi yang terkecil dari seluruh kabupaten dalam daftar. Garis kemiskinan wilayah ini tertinggi yaitu 704,45 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 102,44 juta rupiah per tahun.