Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk perempuan di perdesaan Sulawesi Selatan yang memiliki keluhan kesehatan pada tahun 2024 sebesar 26,2 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan sedikit, yakni sebesar 0,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 31,86 persen, persentase tahun 2024 mengalami penurunan.
Jika ditilik dari data historis, persentase tertinggi keluhan kesehatan pada perempuan perdesaan di Sulawesi Selatan terjadi pada tahun 2022, mencapai 41,92 persen. Angka ini menjadi anomali jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan sesudahnya. Kenaikan signifikan ini diikuti penurunan tajam sebesar 16,51 persen pada tahun 2023. Dalam lima tahun terakhir, persentase terendah tercatat pada tahun 2021, yaitu 23,76 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Pematang Siantar 2024)
Secara umum, data menunjukkan bahwa persentase keluhan kesehatan pada perempuan perdesaan di Sulawesi Selatan cenderung fluktuatif. Periode 2009-2013 menunjukkan tren penurunan, diikuti kenaikan dan penurunan yang tidak konsisten hingga tahun 2024. Fluktuasi ini mengindikasikan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan perempuan di perdesaan, seperti akses layanan kesehatan, kondisi sanitasi, dan faktor sosial ekonomi.
Pada tahun 2024, Sulawesi Selatan berada pada peringkat ke-3 di antara pulau-pulau lain dalam hal persentase penduduk perempuan perdesaan yang memiliki keluhan kesehatan. Peringkat ini naik dari tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-4. Sementara secara nasional, Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-17.
Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi, Sulawesi Selatan memiliki persentase yang lebih rendah dibandingkan Sulawesi Utara yang berada di peringkat ke-2 dengan nilai 27,21 persen. Dengan demikian, perlu adanya perhatian khusus terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan kesehatan pada perempuan perdesaan di Sulawesi Selatan, agar dapat dirumuskan kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesehatan mereka.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati peringkat ke-2 di Pulau Sulawesi dengan persentase penduduk perempuan perdesaan yang memiliki keluhan kesehatan sebesar 27,21 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,58 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Seruyan 2024)
Kep. Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat ke-7 di Pulau Sumatera dengan persentase penduduk perempuan perdesaan yang memiliki keluhan kesehatan sebesar 26,96 persen. Angka ini menunjukkan penurunan turun 9,68 persen. Dibandingkan provinsi lainnya, Kep. Riau menunjukkan adanya penurunan persentase.
Banten
Banten menempati peringkat ke-4 di Pulau Jawa dengan persentase penduduk perempuan perdesaan yang memiliki keluhan kesehatan sebesar 26,56 persen. Angka ini menunjukkan penurunan turun 16,14 persen. Penurunan di Banten menjadi salah satu yang tertinggi.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati peringkat ke-5 di Pulau Jawa dengan persentase penduduk perempuan perdesaan yang memiliki keluhan kesehatan sebesar 25,70 persen. Angka ini menunjukkan penurunan turun 8,12 persen. Dibandingkan provinsi lainnya, DI Yogyakarta menunjukkan penurunan persentase.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati peringkat ke-8 di Pulau Sumatera dengan persentase penduduk perempuan perdesaan yang memiliki keluhan kesehatan sebesar 25,69 persen. Angka ini menunjukkan penurunan turun 8,32 persen. Penurunan ini mengindikasikan adanya perbaikan kondisi kesehatan di Sumatera Utara.
Jambi
Jambi menempati peringkat ke-9 di Pulau Sumatera dengan persentase penduduk perempuan perdesaan yang memiliki keluhan kesehatan sebesar 25,57 persen. Angka ini menunjukkan penurunan turun 0,04 persen. Dibandingkan provinsi lain, pertumbuhan di Jambi relatif stabil.