Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/Mts/Paket B Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025 sebesar 90,01 persen. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 3,44 poin dibandingkan tahun 2024, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,97 persen. Selama 22 tahun periode pencatatan dimulai tahun 2003, nilai APK Sulawesi Selatan menunjukkan tren kenaikan jangka panjang, dengan pergerakan naik turun pada tiap tahun catatan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku Utara 2018 - 2025)
Sepanjang catatan historis, kenaikan tertinggi APK Sulawesi Selatan terjadi pada tahun 2011 dengan lonjakan 12,64 poin atau pertumbuhan 16,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara penurunan terbesar tercatat pada tahun 2013 dengan penurunan 9,58 poin atau kontraksi 10,85 persen. Untuk periode 5 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan APK Sulawesi Selatan sebesar 0,74 persen per tahun, sedangkan rata-rata 3 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik yakni sebesar 1,47 persen per tahun.
Pada tahun 2025, posisi ranking APK Sulawesi Selatan berada di peringkat 2 wilayah Sulawesi, meningkat satu peringkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di peringkat 3. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 27 dari seluruh provinsi di Indonesia, naik 3 peringkat dari posisi tahun sebelumnya. Pencapaian tahun 2025 ini merupakan nilai APK tertinggi yang pernah tercatat untuk Sulawesi Selatan sepanjang periode pencatatan data.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat 24 secara nasional dan peringkat pertama wilayah pulau Maluku untuk nilai APK SMP tahun 2025 dengan nilai akhir 91,17 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 2,38 poin. Dibandingkan Sulawesi Selatan, nilai APK Maluku masih 1,16 persen lebih tinggi, dengan posisi peringkat nasional 3 tingkat di atas Sulawesi Selatan. Pertumbuhan tahunan Maluku juga tercatat lebih stabil dibandingkan rata-rata pertumbuhan provinsi di wilayah timur Indonesia pada periode yang sama.
Sumatera Utara
Sumatera Utara tercatat memiliki nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 90,73 persen, menempati peringkat 25 secara nasional dan peringkat 7 wilayah pulau Sumatera. Wilayah ini mengalami penurunan nilai sebesar 1,06 poin atau kontraksi pertumbuhan sebesar 1,15 persen dibandingkan tahun 2024. Nilai ini masih 0,72 persen lebih tinggi dibandingkan capaian Sulawesi Selatan, namun dengan tren pertumbuhan yang negatif berlawanan dengan kenaikan yang terjadi di Sulawesi Selatan pada tahun yang sama. Posisi peringkat nasional Sumatera Utara berada 2 tingkat di atas Sulawesi Selatan.
Kalimantan Tengah
(Baca: Nilai PDRB ADHB Transportasi dan Pergudangan Periode 2013-2025)
Kalimantan Tengah mencatatkan nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 90,11 persen, menempati peringkat 26 secara nasional dan peringkat 4 wilayah pulau Kalimantan. Pertumbuhan tahunan wilayah ini tercatat sebesar 2,07 persen dengan kenaikan nilai sebesar 1,83 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai APK provinsi ini hanya berbeda 0,1 persen di atas capaian Sulawesi Selatan, dengan selisih peringkat nasional hanya satu tingkat. Tren pertumbuhan Kalimantan Tengah menunjukkan arah positif yang serupa dengan yang terjadi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati peringkat 3 wilayah pulau Sulawesi dan peringkat 28 secara nasional dengan nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 89,67 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sangat sedikit sebesar 0,25 persen atau kenaikan 0,22 poin dibandingkan tahun 2024. Nilai ini berada 0,34 persen di bawah capaian Sulawesi Selatan, dengan posisi peringkat di dalam pulau Sulawesi satu tingkat di bawah Sulawesi Selatan. Secara nasional, peringkat Sulawesi Utara berada satu tingkat di bawah peringkat Sulawesi Selatan tahun 2025.
Lampung
Lampung tercatat memiliki nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 89,19 persen, menempati peringkat 29 secara nasional dan peringkat 8 wilayah pulau Sumatera. Wilayah ini mengalami penurunan nilai sebesar 1,66 poin atau kontraksi pertumbuhan sebesar 1,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini berada 0,82 persen di bawah capaian Sulawesi Selatan, dengan posisi peringkat nasional dua tingkat di bawah Sulawesi Selatan. Tren penurunan yang terjadi di Lampung berkebalikan dengan tren kenaikan yang dicatatkan oleh Sulawesi Selatan pada tahun yang sama.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat mencatatkan nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 88,78 persen, menempati peringkat 30 secara nasional dan peringkat 5 wilayah pulau Kalimantan. Wilayah ini mengalami kenaikan tertinggi di antara seluruh provinsi yang dibandingkan yakni sebesar 4,84 poin dengan pertumbuhan tahunan 5,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, nilai akhir APK Kalimantan Barat masih berada 1,23 persen di bawah capaian Sulawesi Selatan, dengan posisi peringkat nasional 3 tingkat di bawah Sulawesi Selatan tahun 2025.