Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Seram Bagian Timur, pada 2025 mencapai Rp3773 miliar. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,49% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3683 miliar.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya Periode 2013-2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 139,78 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp25.244 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 474.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,31 jutajuta. Nominal ini tumbuh 8,44%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Seram Bagian Timur ini adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 1,8% menjadi Rp681,78 ribujuta, kemudian PDRB sektor pertambangan dan penggalian yang kali ini diurutan ketiga pertumbuhan negatif -5,27% menjadi Rp468,5 ribujuta.
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah konstruksi dengan PDRB Rp314,61 ribujuta.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Maluku Barat Daya 2,36%)
Distribusi PDRB di Kabupaten Seram Bagian Timur pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Seram Bagian Timur ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 32,2%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Real Estate,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.