Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun 2024 mencapai 137885 Rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 149583 Rupiah. Selisih penurunan nilai pengeluaran pada periode ini mencapai 11698 Rupiah per kapita setiap bulannya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: 0,00234% Penduduk di Kabupaten Boloang Mongondow Beraliran Kepercayaan)
Sepanjang tujuh tahun periode pengamatan sejak 2018, nilai pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun setiap tahun. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2019 dengan nilai 160174 Rupiah per kapita per bulan, sementara pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2020 dengan nilai hanya 125732 Rupiah. Terdapat anomali pada tahun 2020 dimana terjadi penurunan sebesar 21,5 persen, penurunan terbesar sepanjang periode data yang tersedia.
Dari seluruh total pengeluaran masyarakat per kapita per bulan di tahun 2024 yang mencapai 1027347 Rupiah, pengeluaran untuk kategori aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 13,4 persen dari seluruh pengeluaran rumah tangga. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan menyumbang 56,4 persen dan pengeluaran bukan makanan lainnya menyumbang 30,2 persen dari total belanja masyarakat wilayah ini.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan menempati urutan ke 13 dari 13 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Urutan ini tidak berubah dibandingkan posisi ranking tahun sebelumnya. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 486 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, sedangkan secara tingkat pulau Sulawesi berada di urutan ke 73.
Lima kabupaten dengan nilai pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi di Sulawesi Tengah tahun 2024 berturut-turut adalah Kabupaten Morowali 380219 Rupiah, Kabupaten Morowali Utara 306253 Rupiah, Kota Palu 304248 Rupiah, Kabupaten Banggai 259354 Rupiah dan Kabupaten Poso 254612 Rupiah. Dari kelima wilayah tersebut, hanya Kabupaten Morowali dan Kota Palu yang mencatatkan penurunan pengeluaran, sementara tiga wilayah lain mencatatkan kenaikan nilai pengeluaran pada tahun 2024.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Belgia 2024)
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali secara konsisten menempati urutan pertama seluruh indikator pengeluaran masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2321830 Rupiah, dengan rincian pengeluaran makanan sebesar 1112454 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1209376 Rupiah. Wilayah ini mencatatkan kenaikan total pengeluaran sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran tertinggi di provinsi ini.
Kota Palu
Kota Palu menempati urutan kedua untuk total pengeluaran masyarakat di Sulawesi Tengah tahun 2024 dengan nilai total 1904401 Rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran makanan di ibu kota provinsi ini tercatat sebesar 786535 Rupiah, sementara pengeluaran bukan makanan mencapai 1117866 Rupiah. Wilayah ini mencatatkan kenaikan total pengeluaran sebesar 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan posisi ranking yang tidak berubah dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara berada di urutan ketiga untuk indikator total pengeluaran masyarakat tahun 2024 dengan nilai 1647264 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pengeluaran makanan sebesar 912720 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 734544 Rupiah. Hanya terjadi sedikit kenaikan total pengeluaran sebesar 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan posisi ranking tetap di urutan ketiga secara berturut-turut.
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai menempati urutan keempat untuk total pengeluaran masyarakat di Sulawesi Tengah tahun 2024 dengan nilai total 1488713 Rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran makanan di wilayah ini tercatat sebesar 785278 Rupiah, sementara pengeluaran bukan makanan mencapai 703435 Rupiah. Wilayah ini mencatatkan kenaikan total pengeluaran sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran terbaik pada tahun 2024.