Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), persentase anak usia 0-59 bulan/balita yang pernah mendapatkan imunisasi campak pada 2025 di Indonesia sebesar 63,52%.
Persentase tersebut berkurang dibanding 2024, dan menjadi level terendah dalam sepuluh tahun terakhir.
(Baca: Persentase Balita RI yang Mendapat Imunisasi Campak Berkurang pada tahun 2025)
Jika dilihat sebarannya, persentase anak usia 0-59 bulan yang pernah mendapatkan imunisasi campak pada 2025 paling tinggi berada di Provinsi DI Yogyakarta.
Berikut lima provinsi dengan persentase balita yang pernah mendapatkan imunisasi campak tertinggi per Maret 2025:
- DI Yogyakarta: 83,42%
- Bali: 79,62%
- DKI Jakarta: 73,61%
- Jawa Tengah: 72,61%
- Nusa Tenggara Timur: 72,54%
Sementara, Provinsi Aceh menjadi daerah dengan persentase terendah, yakni hanya 27,79%. Kemudian ada Provinsi Papua Pegunungan dan Sumatera Barat yang masing-masing 36,69% dan 43,50%.
Adapun pada awal 2026, terjadi peningkatan kasus campak di sejumlah daerah.
"Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026," kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, dalam siaran pers (6/3/2026).
Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat ada 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian.
Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
"Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas," ujar dr. Andi.
"Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap," lanjutnya.
(Baca: Ini Jenis Imunisasi yang Diterima Anak Bawah Dua Tahun di Indonesia)