Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB Harga Konstan triwulanan Sumatera Barat pada kuartal IV tahun 2025 mencapai nilai 51.849,62 Rp miliar. Sepanjang catatan historis sejak kuartal I 2010, indikator ini menunjukkan tren kenaikan jangka panjang dengan fluktuasi periodik dimana setiap akhir tahun selalu terjadi perlambatan pertumbuhan. Pada 5 kuartal terakhir rata-rata pertumbuhan per kuartal tercatat 1,07 persen, sedangkan rata-rata 3 kuartal terakhir menunjukkan pertumbuhan sedikit lebih rendah yaitu 0,6 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang catatan terjadi pada kuartal II 2019 dengan pertumbuhan 3,23 persen, sedangkan penurunan terendah tercatat pada kuartal II 2020 turun 5,49 persen yang menjadi anomali penurunan terbesar dalam 15 tahun data.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Padang Pariaman | 2024)
Pada kuartal IV 2025, PDRB Sumatera Barat mencatat pertumbuhan sebesar 0,39 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Selama 5 kuartal terakhir, ranking PDRB Sumatera Barat di wilayah Pulau Sumatera tetap konsisten berada di peringkat 6, sementara ranking nasional bergeser stabil di posisi 14. Dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir, pertumbuhan kuartal akhir 2025 tercatat 0,68 poin persentase lebih rendah dari rata-rata periode tersebut. Sepanjang tahun 2025, terjadi pola penurunan tingkat pertumbuhan secara bertahap pada 3 kuartal terakhir tahun tersebut.
Pada kuartal IV 2025, Sumatera Barat menduduki peringkat 6 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, dan peringkat 14 secara nasional. Nilai PDRB Sumatera Barat pada periode ini berada di atas Jambi yang mencatat 47.980,23 Rp miliar, namun berada di bawah Kepulauan Riau dengan nilai 59.767,12 Rp miliar, Sulawesi Tengah 61.751,59 Rp miliar dan Lampung 74.238,35 Rp miliar. Pertumbuhan Sumatera Barat sebesar 0,39 persen juga tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 6 provinsi pembanding yang mencapai 2,68 persen pada kuartal yang sama.
Lampung
Lampung menduduki peringkat 4 di Pulau Sumatera dan peringkat 11 secara nasional pada kuartal IV 2025, dengan nilai PDRB Harga Konstan mencapai 74.238,35 Rp miliar. Wilayah ini mencatat penurunan pertumbuhan turun 3,05 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi satu-satunya provinsi dalam daftar pembanding yang mengalami kontraksi ekonomi pada periode tersebut. Meskipun mengalami penurunan, nilai absolut PDRB Lampung tetap 43 persen lebih besar dibandingkan nilai PDRB Sumatera Barat pada kuartal yang sama, dan mempertahankan posisi di atas seluruh provinsi lain dalam kelompok data pembanding.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat berada di peringkat 2 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 12 nasional pada kuartal akhir 2025, dengan total nilai PDRB Harga Konstan sebesar 61.751,59 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,29 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua dalam kelompok provinsi pembanding. Nilai PDRB Sulawesi Tengah tercatat 19 persen lebih besar dibandingkan Sumatera Barat, dengan selisih nilai mencapai 9.901,97 Rp miliar pada periode kuartal IV 2025.
(Baca: Harga Cabai Rawit Merah di Riau Rp.104,85 Ribu per Kg (Senin, 27 April 2026))
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menduduki peringkat 5 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 13 secara nasional pada kuartal IV 2025, dengan nilai PDRB Harga Konstan mencapai 59.767,12 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sangat tinggi sebesar 7,35 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh provinsi dalam daftar pembanding. Meskipun masih berada satu peringkat di atas Sumatera Barat, selisih nilai PDRB antara kedua provinsi ini tercatat sebesar 7.917,5 Rp miliar pada akhir tahun 2025.
Jambi
Jambi tercatat berada di peringkat 7 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 15 secara nasional pada kuartal IV 2025, dengan total nilai PDRB Harga Konstan sebesar 47.980,23 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Sumatera Barat pada periode yang sama. Jambi menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Sumatera dalam daftar pembanding yang berada satu peringkat di bawah Sumatera Barat, dengan selisih nilai PDRB sebesar 3.869,39 Rp miliar.
Bali
Bali menduduki peringkat 1 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 16 secara nasional pada kuartal IV 2025, dengan nilai PDRB Harga Konstan mencapai 46.401,16 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,33 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, lebih dari 8 kali lipat tingkat pertumbuhan Sumatera Barat pada periode yang sama. Meskipun berada dua peringkat di bawah Sumatera Barat secara nasional, tingkat pertumbuhan Bali menunjukkan kinerja ekonomi yang jauh lebih baik pada akhir tahun 2025.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat tercatat berada di peringkat 2 wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 17 secara nasional pada kuartal IV 2025, dengan total nilai PDRB Harga Konstan sebesar 44.215,26 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 2,83 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, juga tercatat lebih tinggi dibandingkan kinerja pertumbuhan Sumatera Barat. Selisih nilai PDRB antara Sumatera Barat dan Kalimantan Barat tercatat mencapai 7.634,36 Rp miliar pada akhir kuartal IV tahun 2025.