Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat produksi daging ayam ras pedaging Provinsi Jambi pada akhir tahun 2025 mencapai 60.405,05 Ton. Sepanjang 26 tahun periode data sejak 2000, produksi menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 9,42 persen per tahun. Pada 2025, produksi mengalami kenaikan sebesar 4,98 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan volume sebesar 2.866,29 Ton. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 6,89 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat 6,72 persen.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Pagi Hari Diperdagangkan 322.65 Pound (Jumat, 21 Agustus 2026))
Sepanjang riwayat data historis, kenaikan produksi tertinggi terjadi pada tahun 2017 dengan lonjakan pertumbuhan sebesar 252,27 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara penurunan produksi terendah tercatat pada tahun 2001, ketika produksi hanya mencapai 4.895 Ton atau turun sebesar 23,12 persen dari tahun sebelumnya. Produksi tertinggi sepanjang sejarah Jambi tercatat pada tahun 2023 dengan volume 61.842,1 Ton, sebelum mengalami sedikit penurunan pada 2024 lalu kembali naik pada 2025. Saat ini nilai produksi Jambi berada di atas rata-rata historis periode 2000-2025.
Dalam kawasan Pulau Sumatera, Jambi menempati peringkat ke-6 untuk produksi daging ayam ras pedaging pada tahun 2025, posisi ini tetap sama sebagaimana peringkat yang dipegang provinsi ini sejak tahun 2009. Secara nasional, Jambi berada di peringkat ke-17 dari seluruh provinsi di Indonesia. Periode 5 tahun terakhir, Jambi secara konsisten mempertahankan posisi peringkat ini baik di tingkat pulau maupun nasional, tanpa terjadi pergeseran posisi yang signifikan.
Sumatera Barat
Provinsi Sumatera Barat menempati peringkat ke-5 di kawasan Pulau Sumatera dan peringkat 16 secara nasional untuk produksi daging ayam ras pedaging tahun 2025, dengan total produksi mencapai 68.436,58 Ton. Pertumbuhan produksi provinsi ini tercatat 4,95 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan volume produksi sebesar 3.225,99 Ton dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai produksi Sumatera Barat berada 8.031,53 Ton di atas produksi Jambi, dengan selisih pertumbuhan hanya sedikit lebih rendah 0,03 persen dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir Jambi.
Aceh
Aceh menempati posisi peringkat ke-7 di kawasan Pulau Sumatera dan peringkat 18 secara nasional, berada satu tingkatan di bawah Jambi untuk kategori produksi daging ayam ras pedaging tahun 2025. Total produksi Aceh tercatat 46.275,42 Ton pada tahun terakhir, atau sekitar 76,6 persen dari total produksi Jambi di periode yang sama. Pertumbuhan produksi Aceh mencapai 5,82 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Jambi tahun 2025, meskipun secara total volume produksi masih tetap berada di bawah Jambi.
DI Yogyakarta
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Uni Emirat Arab 2024)
DI Yogyakarta mencatatkan produksi daging ayam ras pedaging sebesar 70.089,44 Ton pada tahun 2025, menempati peringkat 15 secara nasional. Pertumbuhan produksi provinsi ini mencapai 6,23 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan volume sebesar 4.111,67 Ton dibandingkan periode sebelumnya. Secara nilai total, produksi DI Yogyakarta berada sekitar 16 persen lebih tinggi dibandingkan produksi Jambi tahun 2025, dan menempati posisi peringkat dua tingkat di atas Jambi dalam daftar nasional produksi daging ayam ras pedaging.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat 14 secara nasional, menjadi provinsi dengan produksi daging ayam ras pedaging tertinggi di antara seluruh wilayah yang dibandingkan pada data ini. Total produksi provinsi ini mencapai 71.684,92 Ton pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,25 persen. Meskipun pertumbuhan tahun terakhir Kalimantan Barat lebih rendah dibandingkan Jambi, secara total volume produksi Kalimantan Barat tercatat 11.279,87 Ton lebih tinggi dibandingkan nilai produksi Jambi di tahun yang sama.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatatkan penurunan produksi daging ayam ras pedaging sebesar 3,92 persen pada tahun 2025, menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mengalami penurunan produksi pada periode terakhir. Total produksi provinsi ini tercatat 46.067,5 Ton, menempati peringkat 19 secara nasional atau dua tingkatan di bawah posisi Jambi. Secara nilai, produksi Nusa Tenggara Barat berada sekitar 23,7 persen lebih rendah dibandingkan total produksi Jambi pada tahun 2025.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mencatatkan produksi daging ayam ras pedaging sebesar 40.131,14 Ton pada tahun 2025, menempati peringkat 20 secara nasional. Pertumbuhan produksi provinsi ini tercatat 1,57 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan volume sebesar 621,19 Ton dibandingkan tahun sebelumnya. Secara total nilai, produksi Kalimantan Tengah hanya mencapai sekitar 66,4 persen dari total produksi Jambi di periode yang sama, dan menempati posisi peringkat terendah di antara seluruh wilayah yang tercatat pada data perbandingan ini.