Kualitas Udara Kalimantan Tengah Sabtu Pagi (22/8) Terburuk di Indonesia

1
Irfan Fadhlurrahman 22/08/2026 09:23 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia per 22 Agustus 2026 Pukul 08.00 WIB
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Kualitas Udara di Kalimantan Tengah pagi ini terburuk di Indonesia. Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Sabtu (22/8/2026) pukul 08.00 WIB terungkap bahwa indeks kualitas udara di Kalimantan Tengah sebesar 269.

Menurut Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.

Perhitungan ISPU berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran parameter pencemar udara tersebar di 72 stasiun di berbagai daerah.

(Baca: Banjir dan Cuaca Ekstrem, Bencana Terbanyak di Indonesia pada 2025)

Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Berikutnya, kualitas udara sangat tidak sehat pada rentang 201-300 dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif. Sementara, kualitas udara berbahaya pada rentang lebih dari 300 dapat merugikan kesehatan secara serius dan perlu penanganan cepat.

Di bawah Kalimantan Tengah, ada Kalimantan Barat yang menempati posisi kedua terburuk di Indonesia dengan indeks kualitas udara 238. Kemudian, di posisi ketiga ada Sumatera Selatan dengan indeks kualitas udara 169.

Ini artinya, tidak ada wilayah yang memiliki kualitas udara berbahaya.

Berikut daftar 10 provinsi dengan indeks kualitas udara terburuk di Indonesia pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.

1. Kalimantan Tengah: 269

2. Kalimantan Barat: 238

3. Sumatera Selatan: 169

4. Kalimantan Timur: 154

5. Jambi: 137

6. Riau: 130

7. Kalimantan Selatan: 129

8. Sematera Selatan: 94

9. DKI Jakarta: 91

10. Sumatera Barat: 87

(Baca: Banjir dan Cuaca Ekstrem, Bencana Terbanyak di Indonesia pada 2025)

Data Pasar

Macro update by
22 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.684 -0.33
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...