- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Uni Emirat Arab (UEA) tahun 2024 sebesar 2.33 unit, menurun sebesar 1.69% dibanding tahun 2023. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), kondisi ini menunjukkan pertumbuhan 5.12% pada 2022, diikuti kontraksi 4.75% pada 2023, dan kontraksi yang lebih kecil 1.69% pada 2024. Dibanding rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 2.28 unit, nilai 2024 masih sedikit di atas rata-rata tersebut.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Laos 2015 - 2024)
International Monetary Fund (IMF) mencatat pertumbuhan tertinggi PDB PPP UEA terjadi pada 2021 dengan kenaikan 13.12%, yang merupakan lonjakan dari 2.09 unit pada 2020 ke 2.36 unit pada 2021. Sementara itu, pertumbuhan terendah terjadi pada 2015 dengan kontraksi 17.03%, yang merupakan anomali dibanding rata-rata pertumbuhan 10 tahun terakhir (2015-2024) turun 1.5% per tahun, di mana kontraksi 2015 jauh lebih parah dibanding periode lain.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Uni Emirat Arab terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
International Monetary Fund (IMF) menempatkan UEA pada peringkat ke-6 regional di Timur Tengah untuk PDB PPP tahun 2024, sama seperti tahun 2023. Peringkat ini naik satu posisi dibanding tahun 2022 di mana UEA berada di peringkat ke-7, menunjukkan peningkatan posisi relatif dibanding negara tetangga regional.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Komoro 2015 - 2024)
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan PDB PPP UEA akan mengalami kontraksi lebih lanjut pada 2025 sebesar 4.3% menjadi 2.226 unit, diikuti kontraksi 1.89% pada 2026 menjadi 2.184 unit. Setelah itu, nilai PDB PPP akan stabil pada sekitar 2.18 unit dari 2027 hingga 2030 dengan perubahan minimal sebesar ±0.14% per tahun, menunjukkan kondisi ekonomi yang tidak akan pulih ke level 2024 dalam lima tahun ke depan.
International Monetary Fund (IMF) menunjukkan bahwa dibanding negara lain di regional, UEA memiliki nilai PDB PPP yang jauh lebih tinggi dibanding Bahrain yang memiliki nilai terendah sebesar 0.166 unit. Peringkat UEA ke-6 pada 2024 berada di atas negara seperti Oman (peringkat 11), Kuwait (peringkat 10), dan Jordan (peringkat9), serta satu posisi di atas Qatar yang berada di peringkat7.
International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa tren PDB PPP UEA selama 10 tahun terakhir bersifat fluktuatif, di mana arah pertumbuhan berubah setiap 1-2 tahun: dua tahun kontraksi berturut-turut (2015-2016), satu tahun pertumbuhan (2017), tiga tahun kontraksi berturut-turut (2018-2020), dua tahun pertumbuhan (2021-2022), dan dua tahun kontraksi berturut-turut (2023-2024). Pola ini menunjukkan bahwa ekonomi UEA belum memiliki tren pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang.