- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Komoro tahun 2024 tercatat pada angka 190,92 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,51% dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 186,25 unit, mengakhiri tiga tahun berturut-turut kontraksi ekonomi negara kepulauan ini. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai produksi ekonomi riil secara berturut-turut yang dialami Komoro sejak tahun 2021 hingga 2023 dengan laju penurunan masing-masing -5,06%, -1,81% dan -0,94%.
(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kota Palopo pada April 2026 Sebesar 1,93%)
Dalam kurun tiga tahun terakhir 2022-2024, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Komoro hanya tercatat -0,08%. Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir 2020-2024 yang masih mencatatkan rata-rata pertumbuhan turun 1,05%. Meskipun tahun 2024 mengalami kenaikan, performa tiga tahun terakhir secara akumulasi masih lebih buruk dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Komoro terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data historis yang tercatat, kenaikan tertinggi PDB PPP Komoro terjadi pada tahun 2018 dengan laju pertumbuhan 4,85%. Sementara penurunan terdalam atau anomali terburuk terjadi pada tahun 2021, dimana nilai PDB PPP anjlok turun 5,06% akibat guncangan pasca pandemi global. Anomali penurunan 2021 ini merupakan satu-satunya penurunan diatas 3% sepanjang periode pengamatan 10 tahun.
Dari sisi peringkat regional benua Afrika, posisi Komoro terus mengalami penurunan setiap tahun. Pada tahun 2023 negara ini berada di peringkat 23, kemudian turun satu peringkat menjadi posisi 24 pada tahun 2024. Penurunan peringkat ini terjadi karena sebagian besar negara lain di wilayah Afrika mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih konsisten dibandingkan Komoro.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2025)
Kondisi fluktuatif ekonomi Komoro yang teramati adalah pola dimana setiap terjadi kenaikan pertumbuhan diatas 2%, akan selalu diikuti oleh minimal dua tahun berturut-turut kontraksi. Pola ini terlihat jelas sejak tahun 2019, dimana setelah kenaikan 3,77% pada tahun itu, Komoro hanya mencatatkan pertumbuhan hampir nol pada 2020 lalu anjlok dalam tiga tahun berikutnya sebelum akhirnya bangkit kembali sedikit di tahun 2024.
Berdasarkan perbandingan dengan negara lain di wilayah Afrika, pertumbuhan 2,51% Komoro tahun 2024 masih berada jauh dibawah negara dengan performa terbaik tiga tahun terakhir yaitu Zimbabwe. Sementara dari sisi nilai absolut, posisi Komoro tahun 2024 masih berada dibawah Mali, Benin dan Republik Niger yang masing-masing menempati peringkat 20, 21 dan 22 wilayah Afrika.
Data proyeksi IMF hingga tahun 2030 menunjukkan tidak akan ada perbaikan ekonomi yang berarti bagi Komoro. Selama enam tahun ke depan, rata-rata pertumbuhan hanya diproyeksikan sebesar 0,01% setiap tahun, dengan sempat terjadi kontraksi kecil pada tahun 2025 dan 2028. Proyeksi ini menunjukkan bahwa kenaikan kecil yang terjadi pada tahun 2024 tidak akan menjadi awal tren pemulihan berkelanjutan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | 0.00 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |