- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli (PPP) Komoro hingga tahun 2024 tercatat berada pada nilai 190,92 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,51% setelah tiga tahun berturut-turut mengalami kontraksi sejak tahun 2021. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai PDB PPP secara bertahap masing-masing turun 5,06% pada 2021, -1,81% pada 2022, dan -0,94% pada 2023.
(Baca: Statistik Jumlah Penduduk Miskin Periode 2013-2026)
Dari catatan tiga tahun terakhir periode 2022 hingga 2024, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Komoro hanya turun 0,08%. Kondisi ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir periode 2020 hingga 2024 yang tercatat turun 1,05%. Walau tahun 2024 mengalami kenaikan, angka tersebut belum mampu menutupi penurunan akumulasi yang terjadi di tiga tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Komoro terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data historis sejak 2015, pertumbuhan tertinggi PDB PPP Komoro terjadi pada tahun 2018 dengan kenaikan sebesar 4,85%. Sementara penurunan terendah dan anomali terbesar tercatat pada tahun 2021, dimana nilai turun drastis sebesar 5,06% yang merupakan satu-satunya penurunan diatas 2% sepanjang periode pengamatan. Tidak ada kejadian penurunan sedalam itu di tahun lainnya pada rentang 10 tahun terakhir.
Tren fluktuatif yang terjadi pada data Komoro menunjukkan pola dimana setiap terjadi kenaikan selama 1 sampai 2 tahun, akan selalu diikuti penurunan nilai selama 3 tahun berturut-turut. Pola ini terlihat konsisten terjadi baik pada periode 2016-2019, maupun periode 2020-2024. Hingga saat ini belum terlihat pemutusan pola fluktuasi tersebut pada catatan data historis.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Wonosobo 3,99 Persen)
Pada sisi peringkat regional kawasan Afrika, posisi Komoro terus mengalami penurunan peringkat setiap tahun sejak tahun 2020. Dari sebelumnya berada di peringkat 20 wilayah Afrika pada 2020, tahun 2024 Komoro turun ke peringkat 24. Posisi ini berada dibawah Mali, Benin, dan Republik Niger, namun masih diatas posisi Nigeria pada peringkat 25 kawasan.
Berdasarkan proyeksi yang dirilis, kondisi ekonomi PDB PPP Komoro tidak akan mengalami perbaikan signifikan hingga tahun 2030. Selama 6 tahun proyeksi ke depan, rata-rata pertumbuhan hanya sebesar 0,03% per tahun, dengan sempat terjadi kontraksi kecil pada tahun 2025 dan 2028. Artinya hampir tidak ada peningkatan nilai ekonomi riil yang berarti bagi masyarakat Komoro dalam 6 tahun ke depan.
Dibandingkan negara lain di kawasan Afrika, pertumbuhan PDB PPP Komoro tahun 2024 sebesar 2,51% masih berada dibawah rata-rata pertumbuhan negara kawasan Afrika. Sebanyak 31 dari 49 negara di kawasan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dari Komoro pada periode yang sama. Tanpa perubahan kebijakan struktural, posisi dan nilai ekonomi Komoro akan tetap stagnan di tingkat regional.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |