Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2025 mencapai 208707 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan nilai sebesar 30283,9 rupiah per orang setiap bulannya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Update 2025: Produksi Sawo di Lampung)
Sepanjang periode data tahun 2018 sampai 2025, nilai pengeluaran ini menunjukkan pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 terjadi penurunan 9,6 persen, kemudian naik sedikit 8,1 persen pada tahun 2020. Lalu terjadi penurunan paling dalam pada tahun 2021 sebesar 13,4 persen, sebelum kembali bergerak naik secara bertahap hingga tahun 2025. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2025 ini.
Untuk peringkat seprovinsi Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro berada di urutan ke 24 dari total 38 kabupaten dan kota yang ada. Di atas Kabupaten Bojonegoro berturut-turut terdapat Kabupaten Madiun, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Lumajang. Sementara secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 222 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Jika dibandingkan dengan kota lain di Jawa Timur, Kota Surabaya mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi pada tahun 2025 sebesar 437746 rupiah per kapita per bulan. Disusul Kabupaten Gresik dengan 365095 rupiah, Kota Pasuruan 352198 rupiah, Kota Madiun 350975 rupiah dan Kota Blitar 319868 rupiah. Seluruh wilayah teratas ini mencatat pertumbuhan positif pada tahun terakhir, kecuali Kota Kediri yang mengalami penurunan sedikit.
Kota Surabaya
Kota Surabaya secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh Jawa Timur untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 3116316 rupiah, dengan rincian pengeluaran makanan sebesar 1214037 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1902278 rupiah. Pertumbuhan total pengeluaran kota ini mencapai 10 persen pada tahun terakhir, menjaga jarak yang cukup jauh dibandingkan wilayah kedua yaitu Kota Malang.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan Periode 2015-2025)
Kota Malang
Kota Malang menempati urutan kedua se-Jawa Timur untuk total pengeluaran per kapita masyarakat. Pada tahun 2025 total nilai pengeluaran mencapai 2180013 rupiah per orang setiap bulannya. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, kota ini justru mencatat penurunan sedikit sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini utamanya terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan yang turun 3,2 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran terbaik pada tahun terakhir. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya ini mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 2064727 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, Kabupaten Gresik menempati urutan kedua seprovinsi, hanya berada di bawah Kota Surabaya.
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro secara konsisten berada di urutan ke 24 seprovinsi Jawa Timur untuk hampir seluruh kategori pengeluaran. Rata-rata total pengeluaran masyarakat di wilayah ini pada tahun 2025 mencapai 1263825 rupiah per kapita per bulan. Dari nilai total tersebut, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 16,5 persen dari seluruh pengeluaran bulanan masyarakat. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini mencapai 7,9 persen pada tahun terakhir.