Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data inflasi month over month sub kelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat per Mei 2026 mencapai 0,78 persen. Nilai ini berada di atas rata-rata seluruh periode sebesar 0,1119 persen, dengan tren kenaikan linear sepanjang periode pencatatan sejak Januari 2024. Sepanjang 21 bulan pencatatan, terjadi 15 periode penurunan dan 5 periode kenaikan nilai inflasi.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Tapanuli Utara | 2024)
Pada periode 3 bulan terakhir, rata-rata pertumbuhan inflasi kelompok ini mencapai 120,42 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 4 bulan terakhir sebesar 53,93 persen, namun lebih rendah dibanding rata-rata 5 bulan terakhir yang mencatat 383,14 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada Januari 2026 dengan nilai inflasi 0,9 persen, sedangkan penurunan terendah tercatat pada Oktober 2024 dengan nilai -0,62 persen.
Untuk bulan Mei 2026, Kabupaten Pasaman Barat berada pada peringkat 13 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Sumatera, serta menempati peringkat 45 secara nasional. Nilai inflasi bulan ini sebesar 0,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 0,68 poin dari nilai bulan April 2026. Fluktuasi nilai pada 5 bulan terakhir menunjukkan pergerakan nilai yang sangat bervariasi dengan selisih perubahan tertinggi mencapai 0,97 poin pada Maret 2026.
Data menunjukkan pergerakan inflasi kelompok transportasi pribadi di wilayah ini memiliki deviasi standar sebesar 0,4097 poin, yang berarti perubahan nilai antar bulan seringkali berada jauh dari nilai rata-rata periode. Total perubahan nilai sejak periode pertama pencatatan mencapai 262,5 persen. Pada bulan Mei 2026, posisi nilai inflasi secara konsisten berada di atas rata-rata keseluruhan periode pencatatan.
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta mencatat nilai inflasi pengoperasian transportasi pribadi sebesar 0,3 persen dibanding bulan sebelumnya, dengan nilai bulan terakhir mencapai 0,8 persen. Wilayah ini menempati peringkat 43 secara nasional, dan menduduki urutan ke-4 di Pulau Jawa untuk kategori indikator ini. Pertumbuhan inflasi di wilayah ini tercatat 166,67 persen, nilai ini berada di tengah jika dibandingkan dengan lima wilayah pembanding yang tercatat pada periode yang sama. Besar selisih perubahan nilai dibanding bulan sebelumnya mencapai 0,5 poin untuk bulan pencatatan terakhir.
Kabupaten Aceh Tamiang
(Baca: Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2 (Per Kg) di Pasar Tradisional di Kalimantan Timur | 2026)
Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan peringkat 12 di Pulau Sumatera untuk indikator inflasi transportasi pribadi periode yang sama, dengan peringkat nasional sama dengan Kota Yogyakarta yaitu posisi 43. Nilai inflasi dibanding bulan sebelumnya tercatat 0,05 persen, dengan nilai bulan terakhir sebesar 0,8 persen. Wilayah ini mencatat pertumbuhan inflasi tertinggi diantara lima wilayah pembanding yaitu mencapai 1500 persen, dengan besar selisih perubahan nilai dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,75 poin.
Kabupaten Tabanan
Berada di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, Kabupaten Tabanan menempati peringkat 4 di wilayahnya untuk indikator inflasi pengoperasian transportasi pribadi, dengan peringkat nasional posisi 46. Nilai inflasi dibanding bulan sebelumnya tercatat 0,16 persen, sedangkan nilai bulan terakhir mencapai 0,77 persen. Pertumbuhan inflasi di wilayah ini tercatat 381,25 persen, dengan besar selisih perubahan nilai dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,61 poin, menjadikan wilayah ini memiliki nilai pertumbuhan urutan ketiga diantara lima wilayah pembanding.
Kota Singkawang
Kota Singkawang yang berada di Pulau Kalimantan menempati peringkat 11 di wilayahnya, dengan peringkat nasional posisi 47 untuk indikator yang sama. Nilai inflasi dibanding bulan sebelumnya tercatat 0,19 persen, nilai bulan terakhir mencapai 0,76 persen. Pertumbuhan inflasi di wilayah ini tercatat 300 persen, dengan besar selisih perubahan nilai dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,57 poin. Nilai inflasi bulan terakhir wilayah ini sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Tabanan.
Kota Tegal
Kota Tegal menduduki peringkat 5 di Pulau Jawa untuk inflasi pengoperasian transportasi pribadi periode ini, menempati posisi 48 secara nasional. Nilai inflasi dibanding bulan sebelumnya tercatat 0,32 persen, nilai bulan terakhir mencapai 0,75 persen. Wilayah ini mencatat pertumbuhan inflasi terendah diantara lima wilayah pembanding yaitu sebesar 134,38 persen, dengan besar selisih perubahan nilai dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,43 poin. Nilai inflasi bulan terakhir wilayah ini merupakan yang terendah diantara seluruh lima wilayah yang dibandingkan.