Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Jakarta Naik 0,49%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi rokok dan tembakau di Jakarta pada Mei lalu sebesar 0,49%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,05%. Di antara 10 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 0,25% inflasi daerah ini.
(Baca: Biaya Transportasi di Kabupaten Gresik Bulan Mei Turun 0,62%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Jakarta berada di level 118,61 pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 118,03.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 2,26% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Jakarta telah mengalami pertumbuhan 1,23% (year to date/ytd).
Subkelompok inflasi ini mengalami peningkatan tertinggi di urutan kedua dibanding sub kelompok penyumbang inflasi lainnya.
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per Mei di Jakarta :
- Kelompok rokok dan tembakau 0,49%
- Kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,06%
- Kelompok makanan 0,25%
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,25%
Dibandingkan dengan 121 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,53% dengan IHK sebesar 124.43 dan terendah terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 0,34% dengan IHK sebesar 119,01. Sementara untuk Jakarta ini menempati urutan 52.
Seperti diumumkan oleh BPS awal bulan ini, inflasi Maret 2025 sebesar 1,65% secara bulanan dan 3,08% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,6%.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |