Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2024 mencapai 50627 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya mencatat angka 52247 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran tertinggi untuk komoditas ini terjadi pada tahun 2023.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Nganjuk | 2024)
Sepanjang tujuh tahun observasi, pengeluaran sabun mandi masyarakat Kabupaten Bondowoso menunjukkan pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 terjadi penurunan sedikit sebesar 0,6 persen dari tahun sebelumnya, kemudian naik secara berturut-turut hingga tahun 2021 dengan peningkatan terbesar mencapai 24,8 persen. Setelah itu terjadi peningkatan 5,5 persen pada tahun 2022, kemudian naik 24,6 persen pada tahun 2023 sebelum akhirnya turun pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 139 persen dari total pengeluaran perawatan masyarakat, 121 persen dari pengeluaran kecantikan, dan 27,1 persen dari pengeluaran aneka barang jasa per kapita per bulan. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran sabun mandi hanya mencapai 27,1 persen dari total pengeluaran makanan jadi masyarakat Kabupaten Bondowoso.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bondowoso berada di urutan ke 25 dari total 38 kabupaten dan kota yang ada. Peringkat ini menempatkan Kabupaten Bondowoso berada di bawah Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Tuban, Kabupaten Madiun serta Kabupaten Jember. Sementara secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 373 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Untuk lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Jawa Timur tahun 2024 secara berurutan adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kota Madiun dan Kabupaten Sumenep. Kota Surabaya mencatat pengeluaran tertinggi mencapai 103566 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik 3,6 persen dari tahun sebelumnya, sementara Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan 4,2 persen pada tahun yang sama. Seluruh wilayah peringkat lima teratas ini mempertahankan posisi peringkat mereka dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Surabaya
(Baca: Biaya Transportasi di Kabupaten Gresik Bulan Mei Turun 0,62%)
Kota Surabaya menempati urutan pertama seluruh wilayah Jawa Timur untuk kategori pengeluaran bukan makanan per kapita per bulan tahun 2024 dengan nilai mencapai 1541006 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan tertinggi di provinsi ini. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat Kota Surabaya juga masih menjadi yang tertinggi meskipun mengalami penurunan 2,3 persen dari tahun sebelumnya, sementara pengeluaran makanan justru naik 29,6 persen pada periode yang sama.
Kota Malang
Kota Malang berada di urutan kedua provinsi untuk pengeluaran bukan makanan dengan nilai 1216228 rupiah per kapita per bulan tahun 2024, mengalami kenaikan 4,5 persen dari tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kota Malang turun satu peringkat menjadi urutan keempat setelah mengalami penurunan 10,8 persen secara tahunan. Sementara itu pengeluaran makanan masyarakat Kota Malang naik sebesar 3,3 persen dan menempati urutan kesepuluh di seluruh Jawa Timur.
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Bondowoso menempati urutan ke 32 untuk kategori pengeluaran bukan makanan di Jawa Timur tahun 2024 dengan nilai 464761 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mengalami kenaikan 6,4 persen untuk kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat, Kabupaten Bondowoso berada di urutan ke 28, sementara untuk kategori pengeluaran makanan wilayah ini menempati urutan ke 22 dengan kenaikan sebesar 29,6 persen secara tahunan.
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sampang menjadi wilayah dengan pengeluaran bukan makanan terendah di seluruh Jawa Timur tahun 2024 dengan nilai hanya 297742 rupiah per kapita per bulan. Meskipun demikian, wilayah ini mencatat kenaikan 8,4 persen untuk kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran keseluruhan Kabupaten Sampang juga menempati urutan terakhir provinsi, meskipun terjadi kenaikan 7,5 persen pada tahun 2024. Pengeluaran makanan masyarakat wilayah ini naik sebesar 15,6 persen dan menempati urutan ke 36 seluruh Jawa Timur.