Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai PDRB ADHB Sulawesi Tenggara pada kuartal kedua 2025 sebesar 49.819,09 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 4,22% dibandingkan kuartal pertama 2025 yang sebesar 47.801,16 Rp miliar, dengan selisih kenaikan sebesar 2.017,93 Rp miliar. Dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir (kuartal keempat 2024, kuartal pertama 2025, dan kuartal kedua 2025) yang mencapai 49.483,78 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 berada di atas rata-rata tersebut. Sementara rata-rata lima kuartal terakhir (kuartal kedua 2024 hingga kuartal kedua 2025) sebesar 48.521,44 Rp miliar, menunjukkan kondisi pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode tersebut. Sejak tahun 2010, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kuartal ketiga 2012 sebesar 19,69%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada kuartal kedua 2020 turun 8,02%. Untuk peringkat di pulau Sulawesi, Sulawesi Tenggara tetap berada di urutan keempat pada kuartal kedua 2025, sama dengan kuartal sebelumnya, dan peringkat nasionalnya berada di urutan ke-23, turun satu peringkat dari kuartal pertama 2025.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Hulu Sungai Utara 2018 - 2024)
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah berada di peringkat ke-20 nasional dan ke-4 di pulau Kalimantan untuk Nilai PDRB ADHB pada kuartal kedua 2025, dengan nilai sebesar 58.739,29 Rp miliar. Nilai ini mengalami pertumbuhan sebesar 1,45% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 840,68 Rp miliar. Dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya yang sebesar 60.683,49 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 Kalimantan Tengah berada di bawah periode tersebut, menunjukkan kondisi pertumbuhan yang lebih lambat. Dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara, nilai PDRB ADHB Kalimantan Tengah lebih tinggi sebesar 8.920,2 Rp miliar, dan pertumbuhannya lebih rendah sebesar 2,77 persen poin. Peringkat nasional Kalimantan Tengah lebih tinggi dua peringkat dibandingkan Sulawesi Tenggara, menunjukkan posisi ekonomi yang lebih kuat di tingkat nasional.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati peringkat ke-21 nasional dan ke-6 di pulau Jawa untuk Nilai PDRB ADHB pada kuartal kedua 2025, dengan nilai sebesar 51.763,13 Rp miliar. Pertumbuhan nilai ini sebesar 1,61% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 817,77 Rp miliar. Dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya yang sebesar 49.747,14 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 menunjukkan kenaikan yang konsisten selama dua kuartal berturut-turut. Dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara, nilai PDRB ADHB DI Yogyakarta lebih tinggi sebesar 1.944,04 Rp miliar, namun pertumbuhannya lebih rendah sebesar 2,61 persen poin. Peringkat nasional DI Yogyakarta satu peringkat lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Tenggara, meskipun perbedaan nilai keduanya relatif kecil.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara berada di peringkat ke-22 nasional dan ke-3 di pulau Sulawesi untuk Nilai PDRB ADHB pada kuartal kedua 2025, dengan nilai sebesar 50.413,46 Rp miliar. Pertumbuhan nilai ini sebesar 6,58% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 3.112,79 Rp miliar, yang merupakan pertumbuhan signifikan dibandingkan provinsi lain dalam perbandingan. Dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya yang sebesar 50.588,3 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 sedikit lebih rendah, namun pertumbuhan dari kuartal sebelumnya menunjukkan peningkatan yang tajam. Dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara, nilai PDRB ADHB Sulawesi Utara lebih tinggi sebesar 594,37 Rp miliar, dan pertumbuhannya lebih tinggi sebesar 2,36 persen poin. Peringkat di pulau Sulawesi Sulawesi Utara satu peringkat lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Tenggara, menunjukkan posisi ekonomi yang lebih kuat di wilayah Sulawesi.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Sulawesi Tenggara 295,31 Ribu Jiwa)
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat ke-24 nasional dan ke-2 di pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk Nilai PDRB ADHB pada kuartal kedua 2025, dengan nilai sebesar 47.459,22 Rp miliar. Pertumbuhan nilai ini sebesar 7,96% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 3.500,06 Rp miliar, yang merupakan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Papua Tengah dalam perbandingan. Dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya yang sebesar 44.839,27 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 menunjukkan kenaikan yang konsisten selama dua kuartal. Dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara, nilai PDRB ADHB Nusa Tenggara Barat lebih rendah sebesar 2.359,87 Rp miliar, namun pertumbuhannya lebih tinggi sebesar 3,74 persen poin. Peringkat nasional Nusa Tenggara Barat satu peringkat lebih rendah dibandingkan Sulawesi Tenggara, meskipun pertumbuhannya lebih tinggi.
Papua Tengah
Papua Tengah berada di peringkat ke-25 nasional dan ke-1 di pulau Papua untuk Nilai PDRB ADHB pada kuartal kedua 2025, dengan nilai sebesar 44.439,46 Rp miliar. Pertumbuhan nilai ini sebesar 20,03% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 7.415,03 Rp miliar, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara semua provinsi dalam perbandingan. Dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya yang sebesar 44.568,6 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 sedikit lebih rendah, namun pertumbuhan dari kuartal sebelumnya menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara, nilai PDRB ADHB Papua Tengah lebih rendah sebesar 5.379,63 Rp miliar, namun pertumbuhannya jauh lebih tinggi sebesar 15,81 persen poin. Peringkat nasional Papua Tengah dua peringkat lebih rendah dibandingkan Sulawesi Tenggara, meskipun pertumbuhannya menunjukkan perkembangan ekonomi yang sangat pesat pada kuartal kedua 2025.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat ke-26 nasional dan ke-5 di pulau Kalimantan untuk Nilai PDRB ADHB pada kuartal kedua 2025, dengan nilai sebesar 38.449,4 Rp miliar. Pertumbuhan nilai ini sebesar 2,48% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 929,66 Rp miliar. Dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya yang sebesar 38.153,55 Rp miliar, nilai kuartal kedua 2025 menunjukkan kenaikan yang sedikit selama dua kuartal. Dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara, nilai PDRB ADHB Kalimantan Utara lebih rendah sebesar 11.369,69 Rp miliar, dan pertumbuhannya lebih rendah sebesar 1,74 persen poin. Peringkat nasional Kalimantan Utara tiga peringkat lebih rendah dibandingkan Sulawesi Tenggara, menunjukkan posisi ekonomi yang lebih lemah di tingkat nasional dibandingkan kedua provinsi tersebut.