Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 5,75 juta kasus pada Kamis, 10 November 2022. Azerbaijan mencatatkan penambahan kasus Omicron tertinggi di dengan pertumbuhan mingguan mencapai 66,67 persen. Di negara ini, GISAID mencatat jumlah penambahan kasus Omicron sebanyak 20 jiwa. Secara harian kasus di wilayah ini naik 66,67 persen dibandingkan hari sebelumnya.
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Amerika Seminggu 2.014 Jiwa, Tertinggi di Uruguay)
Menyusul Arab Saudi dengan pertumbuhan kasus Omicron secara mingguan mencapai 61,64 persen. Jumlah penambahan kasus Omicron di negara ini dilaporkan 257 jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah penambahan kasus Omicron terlihat naik 3,63 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 248 jiwa.
Berikutnya, penambahan kasus Omicron di Myanmar naik 35 persen menjadi 54 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, penambahan kasus Omicron di Uganda naik 29,54 persen menjadi 364 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan penambahan kasus Omicron di Kuwait naik 16,76 persen menjadi 439 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Afrika Seminggu 55 Jiwa, Tertinggi di Maroko)
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data kemarin tercatat ada 26.232 kasus atau naik 0,02 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.