GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 25.414 kasus per Sabtu, 05 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 66 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh satu persen.
(Baca: Jumlah Kasus Covid-19 Mingguan per 1 Juta Penduduk Indonesia Urutan Ke-14 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 21.010 kasus.
Berikutnya adalah Thailand yang mencatatkan jumlah kasus Omicron 1,17 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 18.442 jiwa lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 18.228 jiwa, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 14.469 kasus (naik 2,58%), Filipina dengan jumlah kasus Omicron 10.942 kasus (naik 21,34%) dan Vietnam dengan jumlah kasus Omicron 4.197 kasus (naik 1,67%)
(Baca: Jumlah Kasus Omicron Terbanyak Ada di Amerika dengan 1,88 Juta Kasus)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,43 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,34 juta kasus.