Data per Juni 2025, pertumbuhan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Nusa Tenggara Barat tercatat 7,8% menjadi Rp6.392,91 miliar. Sebelumnya, Nusa Tenggara Barat pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 31,37%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: PDRB ADHK Sektor Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Periode 2013-2024)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per Juni 2025, PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp281,12 triliun. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 70,35% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur tercatat dengan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terbanyak, yaitu Rp50,16 triliun. PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Jawa Timur saat ini setara dengan 12,55% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Tana Toraja)
Setelahnya Sumatera Utara di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya, PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di provinsi ini tumbuh 7,17%. Periode yang sama kuartal sebelumnya PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di provinsi ini tercatat Rp40,5 triliun.
Selanjutnya, PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Riau naik 4,38% menjadi Rp39,33 triliun dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya, Jawa Tengah dengan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Rp35,91 triliun (naik 1,14%) dan Jawa Barat dengan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Rp32,88 triliun (naik 4,67%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan jumlah tertinggi:
- Jawa Timur Rp50,16 triliun
- Sumatera Utara Rp42,45 triliun
- Riau Rp39,33 triliun
- Jawa Tengah Rp35,91 triliun
- Jawa Barat Rp32,88 triliun
- Sulawesi Selatan Rp21,33 triliun
- Lampung Rp19,88 triliun
- Sumatera Selatan Rp15,75 triliun
- Jambi Rp12,55 triliun
- Sumatera Barat Rp10,88 triliun