Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Bantaeng mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp 40.477 per kapita per bulan.
Pertumbuhan ini sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 58,8%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, peningkatan ini cukup kontras jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2023 yang hanya 3,1%.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2015 - 2024)
Jika dibandingkan dengan total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp 209.946, pengeluaran untuk kecantikan mencakup sekitar 19,3% dari total pengeluaran. Pengeluaran untuk makanan jadi sebesar Rp 241.707, pengeluaran untuk perawatan Rp 80.457, rokok dan tembakau Rp 126.746, dan sabun mandi Rp 53.128.
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Bantaeng fluktuatif. Tahun 2018 sebesar Rp 23.254, kemudian sedikit turun menjadi Rp 22.733 pada tahun 2019, lalu naik menjadi Rp 26.646 pada tahun 2020, lalu kembali sedikit turun menjadi Rp 22.497 pada tahun 2021. Sempat naik menjadi Rp 24.730 pada tahun 2022, kemudian naik lagi menjadi Rp 25.494 pada tahun 2023, sebelum akhirnya melonjak signifikan di tahun 2024.
Pada tahun 2024, Kabupaten Bantaeng berada di peringkat 9 untuk pengeluaran kecantikan di antara kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, dan peringkat 162 secara nasional. Di Pulau Sulawesi, Kabupaten Bantaeng berada di peringkat 18. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi untuk kecantikan di Sulawesi Selatan pada tahun 2024 adalah Kota Parepare (Rp 77.324), Kota Palopo (Rp 65.640), Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (Rp 57.622), Kota Makassar (Rp 56.196), dan Kabupaten Luwu Timur (Rp 49.339).
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan Periode 2013-2024)
Kota Makassar
Berdasarkan data, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Makassar mencapai Rp 1.012.020 pada tahun 2024, tumbuh 8,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 929.229,92. Kota Makassar menduduki peringkat pertama se-Sulawesi Selatan untuk kategori ini. Perkembangan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Makassar cenderung meningkatkan alokasi dana untuk kebutuhan di luar makanan.
Kota Parepare
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Parepare menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai 28,5%. Nilai pengeluaran tahun 2024 tercatat sebesar Rp 914.616, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 711.815,15. Dengan pertumbuhan yang cukup tinggi, Kota Parepare berada di urutan kedua dalam hal pengeluaran bukan makanan di antara kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Kota Palopo
Pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Palopo mengalami peningkatan sebesar 21,3%. Nilainya mencapai Rp 822.375 pada tahun 2024, meningkat dari Rp 678.185,94 pada tahun sebelumnya. Kota Palopo menduduki peringkat ketiga dalam hal pengeluaran bukan makanan di antara kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Data menunjukkan bahwa masyarakat Kota Palopo juga memiliki kecenderungan untuk mengalokasikan dana lebih banyak untuk kebutuhan selain makanan.
Kabupaten Luwu Timur
Di Kabupaten Luwu Timur, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan menunjukkan peningkatan yang relatif stabil, sebesar 2,1%. Pada tahun 2024, nilai pengeluaran tercatat sebesar Rp 701.298, sedikit naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 686.585,45. Meskipun pertumbuhannya tidak setinggi kota lainnya, Kabupaten Luwu Timur tetap menunjukkan peningkatan dalam pengeluaran bukan makanan, dan berada di urutan keempat se-Sulawesi Selatan.