Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di tanah air.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan di Kab. Bantaeng 2018 - 2024)
Jawa Timur berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebanyak Rp50,16 triliun. Perkembangan data kuartalan di wilayah ini naik 16,53% dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya.
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sumatera Utara. Jumlah PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di provinsi ini dilaporkan Rp42,45 triliun. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak Rp40,5 triliun.
Berikutnya, Riau dengan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Rp39,33 triliun (naik 4,38%), PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Jawa Tengah naik 1,14% menjadi Rp35,91 triliun dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya dan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Jawa Barat naik 4,67% menjadi Rp32,88 triliun dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2015 - 2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tertinggi pada Juni 2025:
- Jawa Timur Rp50,16 triliun
- Sumatera Utara Rp42,45 triliun
- Riau Rp39,33 triliun
- Jawa Tengah Rp35,91 triliun
- Jawa Barat Rp32,88 triliun
- Sulawesi Selatan Rp21,33 triliun
- Lampung Rp19,88 triliun
- Sumatera Selatan Rp15,75 triliun
- Jambi Rp12,55 triliun
- Sumatera Barat Rp10,88 triliun