Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor non migas Provinsi Jawa Barat per Maret 2026 tercatat sebesar 2.623.796,7 US$ ribu. Pada bulan terakhir ini terjadi penurunan sebesar 20,77 persen dibandingkan Februari 2026. Rata-rata pertumbuhan 3 bulan terakhir mencatat minus 6,21 persen, lebih buruk dibandingkan rata-rata 5 bulan terakhir yang tercatat minus 4,16 persen. Selama periode Januari 2022 sampai Maret 2026, tercatat 28 periode mengalami penurunan dan 22 periode mencatat kenaikan nilai ekspor.
(Baca: Nilai Minimal Tes Terstandar Masuk ke SMA7 Kota Depok | 2025)
Selama seluruh periode pengamatan, nilai ekspor non migas Jawa Barat mencapai titik tertinggi pada Agustus 2024 dengan nilai 3.516.280,9 US$ ribu. Sementara titik terendah pernah dicatat pada April 2023 dengan nilai 2.217.523,6 US$ ribu. Sepanjang 4 tahun pengamatan, Jawa Barat secara konsisten menempati peringkat pertama nilai ekspor non migas di seluruh wilayah Pulau Jawa, dan secara nasional stabil menempati urutan kedua se-Indonesia tanpa perubahan peringkat dalam seluruh periode data.
Pada periode Maret 2026, nilai ekspor Jawa Barat menempati urutan pertama di Pulau Jawa, mengungguli Jawa Timur yang berada di urutan kedua pulau dengan selisih nilai sebesar 863.298,5 US$ ribu. Secara nasional, Jawa Barat masih bertahan di peringkat kedua se-Indonesia. Pada bulan yang sama, Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekspor tertinggi sebesar 66,28 persen, sementara Jawa Barat mencatat kontraksi terbesar diantara 5 wilayah teratas nasional.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati posisi 2 nasional untuk nilai ekspor non migas bulan Maret 2026 dengan catatan nilai 2.623.796,7 US$ ribu. Wilayah ini mengalami kontraksi sebesar 20,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah di 5 besar nasional yang mencatat penurunan lebih dari 20 persen pada periode tersebut. Meskipun mengalami penurunan dalam, posisi peringkat Jawa Barat tidak berubah baik di tingkat pulau maupun nasional, dengan nilai ekspor masih 49 persen lebih tinggi dibandingkan peringkat ke-4 nasional yaitu Jawa Timur.
Sulawesi Tengah
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Binjai | 2004 - 2025)
Sulawesi Tengah berhasil menempati peringkat 3 nasional pada Maret 2026 dengan nilai ekspor non migas sebesar 2.047.426 US$ ribu. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 9,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan positif di jajaran teratas nasional. Sebagai wilayah terkuat di Pulau Sulawesi, nilai ekspor Sulawesi Tengah melampaui Jawa Timur pada bulan ini, dan mencatat selisih lebih dari 11 persen dibandingkan peringkat dibawahnya.
Jawa Timur
Jawa Timur turun ke peringkat 4 nasional pada Maret 2026 dengan total nilai ekspor non migas tercatat 1.760.498,2 US$ ribu. Wilayah ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,65 persen dibandingkan Februari 2026, yang membuat posisinya tergeser oleh Sulawesi Tengah. Di lingkungan Pulau Jawa, Jawa Timur berada di urutan kedua dibawah Jawa Barat dengan selisih nilai mencapai 863.298,5 US$ ribu pada periode laporan terakhir.
Maluku Utara
Maluku Utara mencatat performa terbaik diantara seluruh wilayah 5 besar nasional pada Maret 2026, dengan kenaikan ekspor non migas sebesar 66,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Wilayah ini berhasil menempati peringkat 5 nasional dengan nilai total 1.757.820,3 US$ ribu, dan menjadi peringkat pertama secara mutlak di wilayah Pulau Maluku. Kenaikan tajam ini membuat nilai ekspor Maluku Utara hampir menyamai catatan Jawa Timur hanya dengan selisih 2.677,9 US$ ribu saja pada bulan Maret 2026.