Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/Mts/Paket B di Provinsi Papua Barat Daya tahun 2025 mencapai 95.56 Persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3.08 Persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 92.48 Persen, dengan pertumbuhan sebesar 3.33 Persen. Ranking menurut pulau Papua tetap berada di posisi 2, sedangkan ranking se-Indonesia mengalami peningkatan dari posisi 13 tahun 2024 ke posisi 9 tahun 2025. Dalam periode dua tahun terakhir, APK di provinsi ini menunjukkan pertumbuhan positif yang konsisten, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Info Gempa Selasa, 28 April 2026 di Kabupaten Tasikmalaya 4 M, Tak Berpotensi Tsunami)
Dibandingkan provinsi lain di berbagai pulau, APK SMP/Mts/Paket B Papua Barat Daya tahun 2025 berada di posisi 9 se-Indonesia, berada di bawah Provinsi Bali (posisi 6, 95.94 Persen), Kepulauan Riau (posisi7,95.78 Persen), dan Kalimantan Utara (posisi8,95.59 Persen), namun di atas Sumatera Barat (posisi10,94.87 Persen), Kalimantan Timur (posisi11,94.32 Persen), dan Riau (posisi12,93.96 Persen). Pertumbuhan Papua Barat Daya sebesar3.33 Persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan Bali (0.72 Persen), Kalimantan Utara (-0.79 Persen), dan Sumatera Barat (-1.42 Persen), namun lebih rendah dibanding Kepulauan Riau (3.19 Persen), Kalimantan Timur (2.83 Persen), dan Riau (1.44 Persen).
Provinsi Bali
Provinsi Bali menempati posisi 6 se-Indonesia untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun 2025 dengan nilai sebesar95.94 Persen, menjadi provinsi dengan nilai tertinggi di antara provinsi perbandingan. Nilai ini naik sedikit sebesar0.69 Persen dibanding tahun 2024 (95.25 Persen) dengan pertumbuhan0.72 Persen. Ranking menurut pulau Nusa Tenggara dan Bali tetap di posisi1, menunjukkan bahwa Bali merupakan provinsi dengan APK tertinggi di pulau tersebut. Dibanding dua tahun sebelumnya (98.18 Persen), nilai APK Bali tahun 2025 mengalami penurunan sebesar2.24 Persen, namun dalam tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan positif yang stabil. Nilai APK Bali tahun 2025 juga lebih tinggi dibanding Papua Barat Daya (95.56 Persen), dengan perbedaan sebesar0.38 Persen, meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibanding provinsi di Papua Barat Daya.
Provinsi Kepulauan Riau
Provinsi Kepulauan Riau berada di posisi7 se-Indonesia untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun2025 dengan nilai95.78 Persen, berada di bawah Bali namun di atas Kalimantan Utara. Nilai ini naik sebesar2.96 Persen dibanding tahun2024 (92.82 Persen) dengan pertumbuhan3.19 Persen, yang merupakan pertumbuhan kedua tertinggi di antara provinsi perbandingan setelah Papua Barat Daya. Ranking menurut pulau Sumatera berada di posisi2, menunjukkan bahwa ada provinsi lain di Sumatera dengan nilai APK lebih tinggi. Dibanding dua tahun sebelumnya (92.58 Persen), nilai APK Kepulauan Riau tahun2025 naik sebesar3.2 Persen, menunjukkan pertumbuhan positif selama tiga tahun terakhir. Nilai APK Kepulauan Riau tahun2025 lebih tinggi sebesar0.22 Persen dibanding Papua Barat Daya, namun pertumbuhannya sedikit lebih rendah sebesar0.14 Persen.
Provinsi Kalimantan Utara
(Baca: Garis Kemiskinan Non Makanan Perdesaan Periode 2015-2025)
Provinsi Kalimantan Utara menempati posisi8 se-Indonesia untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun2025 dengan nilai95.59 Persen, hanya sedikit lebih tinggi dibanding Papua Barat Daya (95.56 Persen) dengan perbedaan0.03 Persen. Nilai ini turun sedikit sebesar0.76 Persen dibanding tahun2024 (96.35 Persen) dengan pertumbuhan negatif sebesar-0.79 Persen. Ranking menurut pulau Kalimantan berada di posisi1, menjadikannya provinsi dengan nilai APK tertinggi di Kalimantan. Dibanding dua tahun sebelumnya (97.6 Persen), nilai APK Kalimantan Utara tahun2025 mengalami penurunan sebesar2.01 Persen, menunjukkan tren penurunan selama dua tahun terakhir. Meskipun rankingnya lebih tinggi dibanding Papua Barat Daya, nilai APK-nya hampir sama dan mengalami penurunan, berbeda dengan Papua Barat Daya yang mengalami kenaikan signifikan.
Provinsi Sumatera Barat
Provinsi Sumatera Barat berada di posisi10 se-Indonesia untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun2025 dengan nilai94.87 Persen, berada di bawah Papua Barat Daya (95.56 Persen) dengan perbedaan0.69 Persen. Nilai ini turun sebesar1.37 Persen dibanding tahun2024 (96.24 Persen) dengan pertumbuhan negatif sebesar-1.42 Persen, yang merupakan penurunan terbesar di antara provinsi perbandingan. Ranking menurut pulau Sumatera berada di posisi3, menunjukkan bahwa ada dua provinsi lain di Sumatera dengan nilai APK lebih tinggi. Dibanding dua tahun sebelumnya (92.66 Persen), nilai APK Sumatera Barat tahun2025 naik sebesar2.21 Persen, namun dalam tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan dalam jangka tiga tahun, tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang berlawanan dengan Papua Barat Daya.
Provinsi Kalimantan Timur
Provinsi Kalimantan Timur menempati posisi11 se-Indonesia untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun2025 dengan nilai94.32 Persen, berada di bawah Papua Barat Daya (95.56 Persen) dengan perbedaan1.24 Persen. Nilai ini naik sebesar2.6 Persen dibanding tahun2024 (91.72 Persen) dengan pertumbuhan2.83 Persen, yang merupakan pertumbuhan ketiga tertinggi di antara provinsi perbandingan. Ranking menurut pulau Kalimantan berada di posisi2, di bawah Kalimantan Utara. Dibanding dua tahun sebelumnya (92.28 Persen), nilai APK Kalimantan Timur tahun2025 naik sebesar2.04 Persen, menunjukkan pertumbuhan positif selama tiga tahun terakhir. Meskipun pertumbuhannya cukup tinggi, nilai APK-nya masih lebih rendah dibanding Papua Barat Daya, yang menunjukkan bahwa provinsi di Papua Barat Daya memiliki nilai APK yang lebih baik meskipun pertumbuhannya sedikit lebih tinggi.
Provinsi Riau
Provinsi Riau berada di posisi12 se-Indonesia untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun2025 dengan nilai93.96 Persen, yang merupakan nilai terendah di antara provinsi perbandingan dan lebih rendah sebesar1.6 Persen dibanding Papua Barat Daya (95.56 Persen). Nilai ini naik sedikit sebesar1.33 Persen dibanding tahun2024 (92.63 Persen) dengan pertumbuhan1.44 Persen. Ranking menurut pulau Sumatera berada di posisi4, menunjukkan bahwa ada tiga provinsi lain di Sumatera dengan nilai APK lebih tinggi. Dibanding dua tahun sebelumnya (92.91 Persen), nilai APK Riau tahun2025 naik sebesar1.05 Persen, menunjukkan pertumbuhan positif yang lambat selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa Riau memiliki pertumbuhan APK yang paling lambat di antara provinsi perbandingan, dan nilai APK-nya juga terendah, berbeda dengan Papua Barat Daya yang memiliki pertumbuhan tinggi dan nilai yang lebih baik.