Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Sawahlunto pada Desember 2025, berkurang 0,91 persen menjadi 4,64 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Tasikmalaya | 2024)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2020 sebesar 8,2% dan terendah pernah tercatat pada 2025 silam sebesar 4,64%.
(Baca: Jumlah Perceraian Kalimantan Utara Satu Kasus Data per 2024)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 180 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Sawahlunto mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 35.800 pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 824 pekerja menjadi 39.080 pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Sawahlunto dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 34.018 pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 36.134 pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 37.436 pekerja.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Sawahlunto berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 3,43 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,02 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sumatera Barat pada 2025 yakni :
- Kota Padang 9,7 persen
- Kabupaten Padang Pariaman 6,48 persen
- Kabupaten Pasaman Barat 5,95 persen
- Kabupaten Dharmasraya 5,51 persen
- Kabupaten Pasaman 5,29 persen
- Kabupaten Tanah Datar 5,26 persen
- Kota Pariaman 5,16 persen
- Kabupaten Pesisir Selatan 5,1 persen
- Kota Padang Panjang 5,07 persen
- Kota Payakumbuh 4,97 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Kepulauan Mentawai 1,54 persen
- Kabupaten Solok Selatan 2,13 persen
- Kabupaten Lima Puluh Kota 3,78 persen
- Kota Solok 3,87 persen
- Kota Bukit Tinggi 4,41 persen
- Kabupaten Sawahlunto/sijunjung 4,59 persen
- Kota Sawahlunto 4,64 persen
- Kabupaten Solok 4,7 persen
- Kabupaten Agam 4,71 persen
- Kota Payakumbuh 4,97 persen