Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kota Padang pada tahun 2024 mencapai 70971 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2023. Pada periode tahun 2018 hingga 2024, tercatat pergerakan nilai pengeluaran yang mengalami kenaikan dan penurunan pada tiap periode tahun.
(Baca: Indeks FAO: Harga Pangan Maret 2026 Naik)
Nilai pengeluaran kecantikan Kota Padang tahun 2024 setara dengan 24 persen dari rata-rata pengeluaran aneka barang jasa per kapita per bulan, dan setara dengan 21,2 persen dari pengeluaran perawatan masyarakat. Nilai ini juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 334040 Rupiah per kapita per bulan, serta lebih kecil dari pengeluaran rokok dan tembakau yang mencapai 152413 Rupiah per kapita per bulan.
Selama periode tujuh tahun terakhir, pengeluaran kecantikan Kota Padang mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2024. Sebelumnya pada tahun 2021 pernah tercatat nilai 67660 Rupiah, kemudian mengalami penurunan sedikit pada dua tahun berturut-turut yaitu tahun 2022 dan 2023 sebelum kembali naik pada tahun 2024. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Sumatera Barat, Kota Padang menempati urutan kelima untuk nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024. Empat wilayah yang berada di atas Kota Padang secara berurutan adalah Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi dan Kabupaten Dharmasraya. Kota Sawahlunto mencatat pengeluaran kecantikan tertinggi se-provinsi yaitu 78572 Rupiah dengan pertumbuhan 24,4 persen, diikuti Kota Padang Panjang dengan nilai 74094 Rupiah dan pertumbuhan 34,1 persen.
Secara nasional, Kota Padang menempati urutan ke 31 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran kecantikan per kapita. Sementara untuk tingkat pulau Sumatera, wilayah ini menempati urutan ke 10. Rata-rata pertumbuhan pengeluaran kecantikan Kota Padang selama lima tahun terakhir mencapai 6,2 persen per tahun, sementara rata-rata tiga tahun terakhir mencapai 2,4 persen per tahun.
Kota Padang Panjang
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Kota Padang Panjang mencatat pengeluaran per kapita bukan makanan sebesar 1105843 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 16,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan pertama se-provinsi Sumatera Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, Kota Padang Panjang juga menempati urutan pertama dengan nilai 2435196 Rupiah per kapita per bulan dan pertumbuhan 33,2 persen.
Kota Bukit Tinggi
Kota Bukit Tinggi mencatat pengeluaran bukan makanan sebesar 1059390 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024, menempati urutan kedua se-provinsi. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 2029023 Rupiah dengan pertumbuhan 16,9 persen. Sementara untuk pengeluaran makanan saja, Kota Bukit Tinggi menempati urutan kedua dengan nilai 969633 Rupiah dan pertumbuhan 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Payakumbuh
Kota Payakumbuh menempati urutan ketiga se-provinsi untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan dengan nilai 1952364 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,7 persen untuk pengeluaran total dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran bukan makanan, Kota Payakumbuh juga menempati urutan ketiga dengan nilai 1030788 Rupiah dan penurunan sebesar 2,9 persen.
Kota Sawahlunto
Kota Sawahlunto mencatat pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1924563 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024, menempati urutan keempat se-provinsi Sumatera Barat. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan saja, Kota Sawahlunto menempati urutan ketiga se-provinsi dengan nilai 955185 Rupiah dan pertumbuhan 8,1 persen pada tahun 2024.