Jumlah pekerja di Kota Sukabumi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 156,76 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 159,83 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 173,35 ribu pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Deiyai | 2010 - 2025)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Sukabumi pada Desember 2025, berkurang 0,14 persen menjadi 8,21 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 8,53 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Sukabumi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 171,38 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 174,38 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 185,72 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 14 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Sukabumi tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,32 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,11 persen .
Data Kependudukan di Kota Sukabumi:
Jumlah penduduk di Kota Sukabumi tercatat 367,46 ribu jiwa data per 2024. Untuk 13 tahun terakhir, jumlah penduduk terus mengalami kenaikan. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih tinggi. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 2,26%.
(Baca: 5,86% Penduduk di Kabupaten Wajo Masuk Kategori Miskin)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Jawa Barat, kabupaten/kota ini berada di urutan 25, sementara bila dikelompokkan menurut pulau, kabupaten/kota ini berada di urutan 105.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kota Sukabumi pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 24,18 ribu jiwa (6,58%)
- Umur 5-9 tahun 32,3 ribu jiwa (8,79%)
- Umur 10-14 tahun 31,81 ribu jiwa (8,66%)
- Umur 15-19 tahun 30,46 ribu jiwa (8,29%)
- Umur 20-24 tahun 31,11 ribu jiwa (8,47%)
- Umur 25-29 tahun 29,68 ribu jiwa (8,08%)
- Umur 30-34 tahun 27,47 ribu jiwa (7,48%)
- Umur 35-39 tahun 25,73 ribu jiwa (7%)
- Umur 40-44 tahun 28,19 ribu jiwa (7,67%)
- Umur 45-49 tahun 24,77 ribu jiwa (6,74%)
- Umur 50-54 tahun 21,74 ribu jiwa (5,92%)
- Umur 55-59 tahun 19,19 ribu jiwa (5,22%)
- Umur 60-64 tahun 14,94 ribu jiwa (4,06%)
- Umur 65-69 tahun 10,96 ribu jiwa (2,98%)
- Umur 70-74 tahun 7,39 ribu jiwa (2,01%)
- Umur lebih dari 75 tahun 7,52 ribu jiwa (2,05%)