Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indonesia memproduksi padi sebanyak 53,14 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2024. Volumenya turun 0,84 juta ton GKG atau 1,55% dari periode sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, penurunan ini dipengaruhi oleh menyusutnya produksi padi sepanjang Januari-April.
>
"Namun, penurunan ini dapat dikompensasi oleh kenaikan produksi sepanjang Mei-Agustus dan juga September-Desember 2024," kata Amalia dalam konferensi pers secara daring, Senin (3/2/2025).
Pada 2024, Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi nasional, yakni mencapai 9,27 juta ton GKG. Posisinya disusul Jawa Tengah yang menghasilkan 8,89 juta ton GKG dan Jawa Barat 8,62 juta ton GKG.
"Sejalan dengan pola spasial luas panen, sekitar 54,19% dari total produksi padi nasional pada 2024 terdapat di Pulau Jawa," kata Amalia.
Sementara, provinsi dengan produksi padi terendah adalah Papua Pegunungan, yaitu hanya 42 ton GKG pada tahun 2024. Lalu diikuti Kepulauan Riau dengan produksi 305 ton GKG dan Papua Barat Daya 989 ton GKG.
Berikut daftar 10 provinsi dengan volume produksi padi terbanyak nasional pada 2024:
- Jawa Timur: 9,27 juta ton GKG
- Jawa Tengah: 8,89 juta ton GKG
- Jawa Barat: 8,62 juta ton GKG
- Sulawesi Selatan: 4,81 juta ton GKG
- Sumatera Selatan: 2,90 juta ton GKG
- Lampung: 2,79 juta ton GKG
- Sumatera Utara: 2,20 juta ton GKG
- Aceh: 1,65 juta ton GKG
- Banten: 1,55 juta ton GKG
- NTB: 1,45 juta ton GKG.
Di samping itu, berdasarkan survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan BPS pada Desember 2024, potensi produksi padi pada Januari-Maret 2025 diproyeksikan mencapai 15,06 juta ton GKG.
Volume produksinya diperkirakan naik 5,18 juta ton GKG atau 52,40% dari periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang seberat 9,88 juta ton GKG.
(Baca: Produksi Padi Indonesia Menyusut 2018-2024)