Rata-rata nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di Indonesia saat ini sebesar US$563,46 juta data per 2025. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Wonosobo Menurut Sektor pada 2024)
Urutan pertama adalah Sulawesi Tengah, wilayah ini mencatatkan hingga US$5,76 miliar. Provinsi ini mencatatkan penurunan US$-1,05 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan selisih cukup besar dibandingkan peringkat sebelumnya, Maluku Utara berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di provinsi ini tumbuh 20,97%. Jumlah nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di provinsi ini dilaporkan US$4,64 miliar. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya terlihat naik 20,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak US$3,83 miliar.
Berikutnya, nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di Kalimantan Barat naik 233,18% menjadi US$897,25 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya US$872,61 juta (naik 538,39%) dan nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di Kalimantan Utara naik 164,28% menjadi US$783,28 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: PDRB ADHB di Kota Cilegon Menurut Sektor pada 2024)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan jumlah tertinggi:
- Sulawesi Tengah US$5,76 miliar
- Maluku Utara US$4,64 miliar
- Kalimantan Barat US$897,25 juta
- Sulawesi Tenggara US$872,61 juta
- Kalimantan Utara US$783,28 juta
- Kep. Riau US$576,51 juta
- Banten US$373,11 juta
- Jawa Timur US$236,68 juta
- Jawa Barat US$157,23 juta
- Kalimantan Selatan US$137,95 juta