Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Cilegon, pada 2024 mencapai Rp137,99 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,84% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp129,53 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Pekanbaru Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 476,87 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp302,86 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 13.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor industri pengolahan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp77,5 jutajuta. Nominal ini tumbuh 5,05%.
Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,36% menjadi Rp16,77 jutajuta, sektor konstruksi dengan PDRB Rp10,86 jutajuta (6,84%).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Kapuas | 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah pengadaan listrik dan gas dengan PDRB Rp5,72 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Cilegon pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Cilegon ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 61%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor real estate, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Pendidikan,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dan Sektor Pertambangan dan Penggalian.