Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Pekanbaru, pada 2024 tercatat Rp171,31 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp159,96 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Purbalingga Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,14 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp166,86 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 35.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor di Kota Pekanbaru pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp52,75 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 4,99% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp48,98 jutajuta.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kota Pekanbaru ini adalah sektor konstruksi tumbuh 4,34% menjadi Rp51,53 jutajuta, sektor industri pengolahan diurutan ketiga dengan PDRB Rp35,21 jutajuta (3,77%).
(Baca: Nilai PDRB ADHB Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor di Kalimantan Tengah | 2025)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp4,19 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 5,98% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp3,94 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Pekanbaru pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Pekanbaru ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 28,95%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor industri pengolahan, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor jasa keuangan dan asuransi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.