Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan menurut provinsi tumbuh 1,34% pada 2024. Ini menjadi rekor baru, yakni pertumbuhan tertinggi sepanjang periode 2013-2024
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Rumah Tangga untuk Telekomunikasi Periode 2014-2024)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan untuk 10 provinsi teratas data per 2024 adalah 84,54%.
Papua Pegunungan berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan sebanyak 97,34%. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun nan% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kota Pariaman 2018 - 2024)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sulawesi Barat. persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan di provinsi ini dilaporkan 94,2%. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak 93,35%.
Berikutnya, Lampung dengan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan 93,05%, persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan di Kalimantan Barat tercatat di angka 91,94% dan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan di Nusa Tenggara Barat tercatat di angka 91,93%
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di perkotaan dan perdesaan dengan persentase tertinggi:
- Papua Pegunungan 97,34 %
- Sulawesi Barat 94,2 %
- Lampung 93,05 %
- Kalimantan Barat 91,94 %
- Nusa Tenggara Barat 91,93 %
- Nusa Tenggara Timur 91,39 %
- Sulawesi Tenggara 91,37 %
- Maluku Utara 90,96 %
- Jawa Timur 90,93 %
- Jawa Tengah 90,9 %