Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Pariaman pada tahun 2024 mencapai 334724 rupiah. Angka ini mencatat kenaikan sebesar 10,6 persen dibandingkan tahun 2023. Nilai pengeluaran tahun 2024 ini menjadi nilai pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode data 2018 hingga 2024 untuk wilayah ini. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Sepanjang tujuh tahun periode pencatatan, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 14,9 persen dari tahun sebelumnya, kemudian naik 20,3 persen pada tahun 2020. Setelah itu terjadi penurunan sedikit selama dua tahun berturut-turut pada 2021 dan 2022, sebelum kembali naik secara berkelanjutan hingga tahun 2024. Tidak ada anomali angka ekstrem di luar pola pergerakan tahunan pada seluruh periode data.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Sumatera Barat, Kota Pariaman menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024. Hanya Kota Bukit Tinggi yang mencatat nilai pengeluaran lebih tinggi dengan angka 344478 rupiah per kapita per bulan. Posisi ini berada di atas Kota Padang, Kota Padang Panjang dan 15 wilayah kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut. Secara nasional, Kota Pariaman berada di urutan 34 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk kategori yang sama.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Pariaman pada 2024 berada di atas rata-rata pengeluaran aneka barang jasa yang hanya mencapai 286600 rupiah per kapita. Angka ini juga jauh lebih besar dibandingkan pengeluaran bulanan untuk kecantikan, perawatan pribadi, maupun sabun mandi. Nilai pengeluaran rokok dan tembakau yang tercatat sebesar 127757 rupiah bahkan kurang dari setengah nilai pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini.
Untuk wilayah peringkat teratas seprovinsi, tercatat Kota Bukit Tinggi mencatat kenaikan 6,5 persen pada 2024, Kota Padang naik 12,7 persen, Kota Padang Panjang naik 11,3 persen, Kota Payakumbuh mengalami penurunan 9,9 persen, dan Kota Solok turun 5,5 persen. Seluruh urutan lima besar peringkat provinsi tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan Kota Pariaman berada di urutan ketiga tertinggi di antara lima wilayah teratas ini.
Kota Padang
Kota Padang mencatat total pengeluaran per kapita bulanan seluruh kategori mencapai 2194947 rupiah pada tahun 2024, menempati urutan kedua di seluruh Sumatera Barat. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencapai 334040 rupiah, hanya berselisih sangat kecil dibandingkan nilai Kota Pariaman. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 10,4 persen, dengan posisi peringkat pertama untuk kategori pengeluaran bukan makanan di seluruh provinsi. Pertumbuhan total pengeluaran Kota Padang tercatat stabil dan konsisten naik selama tiga tahun terakhir.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Kota Bukit Tinggi
Kota Bukit Tinggi menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Sumatera Barat pada 2024 dengan nilai 344478 rupiah per kapita. Total pengeluaran seluruh kategori di wilayah ini mencapai 2029023 rupiah, berada di urutan ketiga seprovinsi. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 21,1 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi di antara seluruh kota di Sumatera Barat untuk tahun 2024. Peringkat wilayah ini untuk seluruh kategori pengeluaran tidak berubah selama dua tahun berturut-turut.
Kota Padang Panjang
Kota Padang Panjang mencatat total pengeluaran per kapita bulanan tertinggi se Sumatera Barat pada tahun 2024 dengan nilai mencapai 2435196 rupiah. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 51 persen, angka kenaikan tertinggi yang pernah tercatat di provinsi ini dalam satu tahun. Pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencapai 331430 rupiah, berada di urutan keempat seprovinsi. Peringkat pertama total pengeluaran ini dipertahankan Kota Padang Panjang sejak tahun 2023.
Kota Payakumbuh
Kota Payakumbuh menjadi satu-satunya wilayah di lima besar provinsi yang mencatat penurunan pada hampir seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024. Pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini turun 9,9 persen menjadi 319804 rupiah, membuat peringkatnya turun dari urutan kedua menjadi urutan kelima seprovinsi. Total pengeluaran seluruh kategori juga turun 2,7 persen menjadi 1952364 rupiah, meskipun nilai ini masih berada di atas rata-rata seluruh kabupaten di Sumatera Barat.