Populasi ayam ras pedaging di Kalimantan Timur tercatat 59,5 juta ekor. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 72,28 juta ekor data per 2024. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2009 sebesar 46,56%. Adapun dalam enam tahun terakhir, populasi ayam ras pedaging tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,88%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Harga Gula Pasir Kualitas Premium di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menghimpun data populasi ayam ras pedaging di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin populasi ayam ras pedaging di tanah air.
Jawa Barat berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah populasi ayam ras pedaging sebanyak 703,87 juta ekor. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 2,84% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 1 di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
Berikutnya adalah Jawa Tengah yang mencatatkan populasi ayam ras pedaging 623,38 juta ekor lebih kecil periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, populasi ayam ras pedaging di provinsi ini turun 0,2% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Jawa Timur dengan populasi ayam ras pedaging 418,74 juta ekor (turun 0,97%), Banten dengan populasi ayam ras pedaging 185,75 juta ekor (turun 1,03%) dan Sumatera Utara dengan populasi ayam ras pedaging 162,46 juta ekor (turun 0,65%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan populasi ayam ras pedaging jumlah tertinggi:
- Jawa Barat 703,87 juta ekor
- Jawa Tengah 623,38 juta ekor
- Jawa Timur 418,74 juta ekor
- Banten 185,75 juta ekor
- Sumatera Utara 162,46 juta ekor
- Sumatera Selatan 110,19 juta ekor
- Sulawesi Selatan 99,49 juta ekor
- Kalimantan Selatan 93,19 juta ekor
- Lampung 86,9 juta ekor
- Riau 85,95 juta ekor