Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Morowali Utara, pada 2024 mencapai Rp30,23 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 14,03% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp26,43 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 10,56%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Toli Toli Periode 2004 - 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 150,63 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp236,45 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 21.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Morowali Utara merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp10,21 jutajuta. Nominal ini tumbuh 7,88% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,21 jutajuta.
Setelahnya sektor industri pengolahan tumbuh 45,27% menjadi Rp9,01 jutajuta kemudian urutan ketiga diikuti oleh PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang kali ini tumbuh 3,64% menjadi Rp5,17 jutajuta.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Tojo Una Una | 2024)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Morowali Utara, untuk urutan lima besar adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan nilai Rp1,54 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 9,5% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,33 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Morowali Utara pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Morowali Utara ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 40,81%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.