Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Kepulauan Seribu, pada 2024 tercatat Rp8,1 juta. PDRB di kabupaten/kota ini pertumbuhan negatif -1,11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp8,21 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat turun 1,55%.
(Baca: Penduduk Kabupaten Nias Selatan Mengeluarkan Rptiga per Kapita per Minggu untuk Membeli Bahan Sayur Sop/Cap Cay/ Kimlo)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 30.414 jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp281,27 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 15.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertambangan dan penggalian. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp5,71 jutajuta. Nominal ini pertumbuhan negatif -5,27%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Kepulauan Seribu ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 10,6% menjadi Rp539,24 ribujuta, PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 7,55% menjadi Rp449,43 ribujuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Sukamara Menurut Sektor pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Kepulauan Seribu, untuk urutan lima besar adalah penyediaan akomodasi dan makan minum dengan nilai Rp257,82 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 5,66% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp241,96 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Kepulauan Seribu pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Kepulauan Seribu ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 60,69%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor industri pengolahan, dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Transportasi dan Pergudangan,Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Real Estate,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.